![]() |
| Ilustrasi |
Jakarta, LintasTotabuan.com – Tercatat ada 19.210 formasi yang disediakan pemerintah dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di dua lembaga negara, yakni Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tahun 2017 ini.
Formasi yang dibuka pemerintah untuk kedua lembaga tersebut
masing-masing 1.684 orang dan 17.962 orang. Pendaftaran ditetapkan
selang tanggal 1—31 Agustus 2017.
“Jumlah itu termasuk untuk mengakomodasi putra dan putri lulusan
terbaik (cum laude) 468 orang dan putra/putri dari Papua dan Papua Barat
301 orang,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Menpan RB)Asman Abnur di laman setkab.go.id.
Menurut
Asman, formasi untuk MA tersebut meliputi calon hakim pada peradilan
umum, agama, dan tata usaha negara. Untuk posisi calon hakim,
kualifikasi hanya untuk sarjana hukum, syariah, dan hukum Islam.
Sedangkan formasi CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM meliputi 21
jabatan, mulai penjaga lembaga pemasyarakatan (lapas) hingga analis
keimigrasian. “Kuota untuk penjaga lapas mencapai 14 ribu orang dengan
kualifikasi minimal lulusan SLTA/sederajat dan menguasai komputer,”
ujarnya.
Adapun untuk analis keimigrasian dibutuhkan 2.278 orang dengan
kualifikasi minimal sarjana dari berbagai jurusan, di antaranya hukum,
sosial-politik, ekonomi, akuntansi, komunikasi, teknik informatika,
teknik komputer, dan bahasa asing.
Informasi mengenai rekrutmen CPNS ini dapat dilihat di situs berikut ini.
- Situs Kementerian PAN-RB: www.menpan.go.id
- Situs Badan Kepegawaian Negara: https://sscn.bkn.go.id
- Situs Mahkamah Agung: https://www.mahkamahagung.go.id, http://badilum.mahkamahagung.go.id, http://badilag.mahkamahagung.go.id, http://ditjenmiltun.mahkamahagung.go.id/
- Situs Kementerian Hukum dan HAM: http://cpns.kemenkumham2017.go.id
Seperti seleksi CPNS sebelumnya, pendaftaran dilakukan secara online
dan terintegrasi melalui https://sscn.bkn.go.id pada 1-31 Agustus 2017.
Tes Fisik
Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian PANRB,
Suwardi mengatakan seleksi CPNS 2017 di MA dan Kemenkumham dilakukan
beberapa tahap. Yakni, seleksi adminstrasi, Seleksi Kompetensi Dasar
(SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan kesamaptaan.
“Apa itu tes kesamaptaan? Tes kesamaptaan adalah salah satu tahap
seleksi hampir sama dengan melakukan tes fisik atau tes kesehatan yang
diikuti calon pelamar. Kesamaptaan berasal dari kata samapta yang
memiliki arti ready atau prepared atau bisa juga diartikan kesiapan
fisik,” jelas dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa
(18/7/2017).
Tes kesamaptaan terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya seperti
lari, push up, sit up, pull up dan chining, dan shuttle run. Untuk lari,
biasanya dilakukan selama 12 menit bagi pria dengan minimal jarak
tempuh 1.200 meter. Sedangkan untuk wanita lari lebih lama 2 menit yakni
14 menit dengan minimal jarak tempuh 1.200 meter.
Selanjutnya, push up. Push up dilakukan untuk mengetahui daya tahan
lengan bagian luar. Standar push up untuk Laki-Laki antara 35 sampai 40
kali, dan standar push up untuk wanita antara 30 sampai 35 dengan waktu
biasanya 1 menit.
“Sit Up adalah gerakan duduk kemudian bangun. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui daya tahan serta fleksibilitas otot perut. Standar untuk
Laki-Laki 35-40 kali, standar untuk wanita 30 kali dengan waktu 1
menit,” tambah dia.
Adapun untuk pull up dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot lengan.
Pull up adalah gerakan dengan cara seperti bergantung pada tiang
horizontal kemudian menarik badan ke atas sampai dagu melewati tiang itu
dan kembali turun sampai tangan lurus dengan standar untuk laki-laki 10
kali.
Yang terakhir adalah shuttle run. Shuttle run adalah lari membentuk
angka 8. Lari dengan kecepatan penuh (sprint) melewati 2 patok besi yang
berjarak kurang lebih 10 meter dengan titik awal sebelah kanan patok
belakang.
Setelah ada aba-aba peluit, anda lari dari titik awal itu menuju
sebelah kiri patok depan kemudian memutari patok itu sampai berada di
sebelah kanan patok depan, setelah itu lari kembali ke patok belakang
sebelah kiri, memutari patok itu sampai berada di sebelah kanan patok
belakang kembali.
Lari membentuk angka 8 itu dilakukan sebanyak 3 kali putaran dan
dicatat waktu tercepatnya dan ingat, harus dilakukan dengan kecepatan
penuh agar nilainya bagus. Tes ini untuk mengukur akselerasi dan
kelincahan tiap peserta. Upayakan waktu yang diperlukan tidak lebih dari
20 detik. (*)
