SULUT, LINTASTOTABUAN.COM - Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengunjungi Manado,
Sulawesi Utara pekan ini. Selain untuk bertemu dengan sejumlah pemimpin
bisnis dan politik, Grigson turut membahas soal promosi pariwisata.
Grigson bertemu dengan
Gubernur Sulawesi Utara Dr Olly Dondokambey, Rabu (12/7). Keduanya
membahas bagaimana Australia dan Manado dapat mengeksplorasi potensi
untuk meningkatkan investasi pada layanan pelabuhan dan zona ekonomi
khusus pariwisata.
Dalam pertemuan dengan Wali Kota Manado, Godbless Sofcar Vicky
Lumentut, keduanya membahas kebutuhan infrastruktur dan air sanitasi
kota serta kesempatan untuk kolaborasi lebih lanjut.
Grigson juga mengunjungi Universitas Sam Ratulangi dan bertemu dengan Rektor Profesor Dr Ir Ellen J. Kumaat dan mahasiswa.
Grigson juga mengunjungi Universitas Sam Ratulangi dan bertemu dengan Rektor Profesor Dr Ir Ellen J. Kumaat dan mahasiswa.
Kedubes Australia juga menggelar pertemuan khusus dengan alumni
Australi. Sebuah resepsi yang mengumpulkan banyak lulusan sekolah dan
universitas Australia, yang menjadi landasan hubungan masyarakat yang
kuat antara Australia dan Sulawesi Utara.
"Alumni adalah sebuah contoh hebat hubungan pribadi yang kuat dan
mendalam antara kedua negara kita. Saya bangga melihat begitu banyak
posisi paling sukses dalam dunia bisnis dan pemerintahan dipegang oleh
orang-orang yang telah belajar di Australia, " kata Duta Besar Grigson.
kemudian juga mengadakan pertemuan dengan otoritas dan operator
pariwisata setempat untuk mendiskusikan peluang meningkatkan kunjungan
antara kedua negara.
Duta Besar juga mengunjungi Monumen Perang Dunia II yang bersebelahan dengan GMIM Sentrum Manado, salah satu gereja tertua di Manado. Keduanya merupakan ikon wisata Sulut.
Duta Besar juga mengunjungi Monumen Perang Dunia II yang bersebelahan dengan GMIM Sentrum Manado, salah satu gereja tertua di Manado. Keduanya merupakan ikon wisata Sulut.
Sumber : Tribun Manado
