ads

29 Februari 2020

Bupati Batu Bara Teken Penlok Kawasan Industri Kuala Tanjung

Bupati Batu Bara Teken Penlok Kawasan Industri Kuala Tanjung
MEDAN, LintasTotabuan.com - Dihadapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan Direktur utama (Dirut) Pelindo 1, Bupati Zahir didampingi Sekda Sakti Alam Siregar, SH dan Asisten I Rusian Heri, SH menjelaskan bahwa Penlok yang ditandatangani merupakan tuntutan dari UU No. 2 Tahun 2012 dan Pepres 81 Tahun 2018 serta Pendelegasian wewenang Gubsu kepada  Bupati Batu Bara dengan Surat Keputusan No. 188.44 Tahun 2019.

" Tim sudah bertugas sejak 23 Oktober 2019 untuk mendata masyarakat Pemilik Hak atas tanah, bangunan dan tanaman diatasnya untuk wilayah Desa Kuala Indah dan Kuala Tanjung, "Kata Zahir

Penetapan Lokasi (Penlok) dan MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara dengan Pelindo I ditandatangani oleh Bupati Batubara  Ir. H. Zahir, M.AP dan Dirut Pelindo I Dian Rachmawan juga disaksikan oleh Ketua DPRD Batu Bara M. Syafi’i, SH dan unsur Wakil Ketua DPRD, Forkopimda seperti mewakili Dandim 0208 Asahan Mayor Inf. TM. Panjaitan, Waka Polres Kompol Abdul Mutalif, Ketua PN Asahan DR. Ulina Marbun, SH, MH dan mewakili Kajari Sajaen, SH, MH. Jum’at (28/2/2020) sore di Ruang Rapat Marah Halim Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan.

Menurut Zahir, Adanya usulan masyarakat yang tidak memiliki Tanah dan Rumah akan disiapkan Relokasi untuk tempat tinggal sesuai budaya, juga prioritas tenaga kerja putra daerah sekaligus diajak bermusyawarah dalam penetapan harga tanah, bangunan serta tanaman diatasnya.

Zahir menjelaskan bahwa jika ada masyarakat yang keberatan terhadap tanah, bangunan serta tanaman diatasnya menjadi lokasi Pengembangan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan Kawasan Industri, maka peta lokasi akan dipindahkan ke Desa lain dan Kecamatan lain.

MEMBANGUN KILANG MINYAK

Sementara itu Dirut Pelindo I Dian Rachmawan dalam sambutannya mengatakan bahwa PT. Pertamina I akan membangun Kilang Minyak terbesar di Indonesia dengan biaya Rp.250 Trilyun di Kabupaten Batu Bara, seperti pembangunan Terminal BBM. Karenanya Pelindo meminta support pemerintah dengan penyertaan Modal Negara dan mengajak Perusahaan BUMN lain untuk ikut membangun Kabupaten Batu Bara.

“Kami Pelindo I komit dengan usulan Bupati Batu Bara sekaligus meminta kepada stafnya agar bekerja dengan baik tanpa ada permainan sehingga kerja besar ini berhasil,” ujarnya.

Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekda Dr. Sabrina dan Asisten I Arsad Lubis menjelaskan bahwa Kabupaten Batu Bara akan menjadi kabupaten terbesar di Sumut.
Karenanya masalah informal dengan masyarakat didata dan diselesaikan dengan baik, ditata dengan baik, jangan main-main, dan mari kita bekerja secara profesional dan objektif serta ikhlas.

Juga diharapkan Kepada Kapolres, Dandim dan Kejaksaan agar ikut melakukan pendataan, adanya gangguan masyarakat diinventarisir agar diberi penjelasan. “Karena saya tidak mau ada rakyat saya sengsara,” tegas Gubsu. (MA )