ads

13 Juli 2018

  • Follow us

Alasan Masyarakat Lebih Berminat Dengan Transportasi Online Daripada Transportasi Konvensional

Alasan Masyarakat Lebih Berminat Dengan Transportasi Online Daripada Transportasi Konvensional


*SIDOARJO* - Jumat, (13/07). Berkembangnya bisnis berbasis digital memberikan kemudahan masyarakat. Salah satunya dalam pemenuhan kebutuhan tranportasi atau angkutan umum. 

Masyarakat kini semakin dimudahkan dengan kehadiran taksi berbasis online yang saat ini menjadi primadona bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh dengan harga relatif murah dan sangat mudah diakses.

Saat ini, menurut pendapat saya Jika masyarakat disuruh memilih antara angkutan online dengan angkutan konvensional, maka tentu saja pengguna angkutan umum akan memilih layanan angkutan online. Tidak hanya murah, tapi juga aman. Sebab penumpang bisa dijemput di tempatnya dan diantar langsung sampai ditempat tujuan.

Berbeda dengan angkutan umum lainnya. Kita harus menunggu disatu tempat dan berdesak-desakan. Belum lagi jika harus menunggu penumpang penuh di dalam mobil. 

Dan yang lebih menakutkan jika angkutan tersebut ada cpet dan orang- orang yang berniat melecehkan.  Apalagi jika sang supir mengendarai mobil dengan cara ugal-ugalan.

Tidak heran jika akhirnya angkutan online mulai mendominasi jalanan kota-kota. Keberadaan angkutan online tentunya haruslah menantang angkutan konvensional untuk alami perubahan. 

Zaman yang cepat berubah tidak bisa diimbangi dengan cara-cara yang lama, apalagi jika karakter berkendara yang tidak berubah seperti sopir yang ugal-ugalan. 

Walaupun akan diterapkan batas tarif atas dan juga bawah, hal itu tidak akan megubahkan pilihan masyarakat terhadap angkutan berbasis aplikasi.


Menurut saya terdapat beberapa alasan masyarakat lebih memilih angkutan online dibanding angkutan konvensonal yaitu lebih mudah diakses, dijemput ditempat dan diantar sampai tujuan, lebih privasi, tarif lebih murah, dan relatif lebih aman dari tindak kejahatan. Tetapi tentunya pilihan tetap ada di tangan masyarakat, sedangkan kebijakan aturan ada ditangan pemerintah.

Oleh : Bintang Renia (Mahasiswi Prodi Administrasi Publik FISIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)