![]() |
| Ilustrasi Pungli/google.com |
Bolmong, LintasTotabuam.com – Meskipun Kabupaten Bolmong sudah memiliki Tim Saber Pungli, namun hal tersebut tak lantas menghilangkan penyakit kronis di tubuh birokrasi. Terungkap pungli di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebesar Rp 20 Juta yang menimpa salah satu Kepala Desa.
Sebagaimana penuturan Standry Kactilo saat tatap muka dengan Bupati dan Wakil Bupati di halaman kantor Bupati Bolmong, Selasa (30/5) bahwa dirinya dimintai uang oleh salah satu ASN di Tata Ruang.
“Waktu itukan saya mengurus IMB usaha saya yang ada di dekat jalan masuk Kantor Bupati. Dan saya harus memasukkan semua rekomendasi dari sejumlah SKPD, dan itu sudah saya lakukan. Namun sampai pada Rekomendasi Tata Ruang yang ada di Bappeda saya dimintai uang Rp 20 juta, katanya untuk pihak Kementerian, barulah Rekomendasi itu akan keluar. Kalau caranya seperti ini pelaku usaha akan kesulitan,”ungkap Sangadi Lalow.
Dirinyapun meminta agar Bupati dapat memperbaiki sistem Birokrasi di Daerah ini “Saya harap ibu bisa memperbaiki sistem Birokrasi. Jangan sampai ini akan jadi penghalang untuk merealisasikan Bolmong Hebat,”pintanya.
Sementara itu, Yastie mengaskan akan menelusuri setiap informasih yang masuk “Silahkan laporkan ke saya bila masih ada lagi pungli pungli, jangan takut. Saya berjanji akan menata kembali Birokrasi ini. Saya dan Pak Yanni butuh dukungan dari para Sangadi,”tegasnya.
Sementara itu Kepala Bappeda saat di hubungi awak media melalui telepon selulernya tak dijawab. Bahkan awak media coba menghubungi Ramlah Mokodongan melalui via Messenger tak ada jawaban.
