BATU BARA, LintasTotabuan.com – Di Kabupaten Batu Bara tepatnya di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi dari jaman dulu bagian dari Negeri Malayu Batu Bara Kedatukan Pesisir ada tradisi turun temurun yang diadakan hampir satu bulan sebelum bulan Puasa Ramadhan yang disebut dengan Pesta Tapai.
Dari cerita dan catatan yang ada, banyak versi sejarah pesta tapai di Batu Bara namun secara umum bahwa sejarah pesta tapai bermula pada waktu Datuk Semu Wangsa menjadi Raja Kedatukan Pesisir sekitar tahun 1890-an. Yang apabila menyambut bulan suci Ramadhan melakukan penyembelihan kerbau untuk acara kenduri bersama rakyatnya yang saat itu banyak penduduk sekitar berjualan lemang dan tapai hingga tradisi ini berlangsung dari dulu sampai sekarang.
” Tradisi pesta tapai ini dilakukan pada waktu menyambut Bulan Ramadhan memang dari dulu turun temurun dilakukan, ” ungkap Taufik Ketua Lembaga Peduli Cagar Sejarah dan Budaya Batu Bara kepada media ini beberapa waktu lalu.
Sementara, Muhammad Yudin, SPdI, Pengurus Majelis Persaudaraan Melayu Batu Bara Alumni FAI UISU yang saat ini tinggal di Deli Tua juga menuturkan bahwa pada tahun 1980an dirinya bersama kawan kawan berombongan dari Ujung Kubu pergi melihat pesta tapai yang tiap tahun dilakukan di Pesisir Batu Bara.
Muhammad Nurdin Sekretaris Lembaga Generasi Melayu Batu Bara (Lembaga GAMBAR) kepada awak media ini Kamis (25/03/2021) menyampaikan harapannya kepada Pemkab Batu Bara agar dapat meningkatkan acara Pesta Tapai ini sebagai event tahunan di Batu Bara dengan menyediakan tenda tenda berjualan yang bagus sesuai standar agar acara ini lebih meriah dan dapat menambah acara perlombaan untuk memeriahkan seperti lomba berbalas pantun atau lomba senandung atau lomba seni dan permainan tradisional lainnya dari Budaya lokal Batu Bara untuk menambah kemeriahan acara pesta tapai ini. (MA)
