ads

25 Maret 2021

Lembaga GAMBAR Harapkan Pemkab Batu Bara Jadikan Kulah Tuan Hasan Serawak Sebagai Situs Cagar Budaya

Lembaga GAMBAR Harapkan Pemkab Batu Bara Jadikan Kulah Tuan Hasan Serawak Sebagai Situs Cagar Budaya

BATU BARA, LintasTotabuan.com – Tepat di Lorong Pematang Kocik Dusun VIII desa Ujung Kubu Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara disana terdapat sebuah kulah yaitu sejenis kolam yang disebut dengan kulah Tuan Hasan Serawak yang Kulah tersebut berasal dari lupak atau sebuah genangan air yang memiliki mata air yang digunakan untuk mengambil wudhu’ dan mandi yang hampir tidak pernah kering hingga sekarang.


Tuan Hasan ini seorang guru agama yang berasal dari Serawak Malaysia berdakwah di wilayah Batu Bara hingga sampai di desa ujung Kubu. Tidak ada literatur yang mencatat kisah atau riwayat hidup beliau hanya didapat dari cerita orang orang tua dahulu secara turun temurun ratusan tahun yang lalu.


Konon katanya Tuan Hasan Serawak ini orangnya sangat baik dan tidak pernah marah dan penyabar berdakwah dengan sangat bijaksana bahkan pernah suatu cerita bahwa pada suatu hari ada orang berjudi tapi beliau tidak marah bahkan beliau melihat dan menunggu orang yang berjudi tersebut dan apabila masuk sholat beliau mengajak orang berjudi tersebut dan orang yang berjudi tersebut langsung ikut sholat di Musholla yang saat ini bernama Musholla Tuan Hasan Serawak hal tersebut di ceritakan oleh Alm Tuk Udin semasa hidupnya kepada Muhammad Nurdin.


Menurut Atok Ronang penduduk Pematang Kocik berumur lebih kurang 80 tahun mengatakan bahwa dulu di pematang kocik ada guru yang mengajar ilmu ilmu agama dan mengajak sholat berjamaah di Musholla yang berasal dari Serawak Malaysia.


Menurut Hamidah Guru Ngaji di Lorong Pematang Kocik mengatakan bahwa menurut orang tua dulu terutama cerita dari Alm Nenek Timah Mertua Beliau bahwa Tuan Hasan Serawak terkenal dengan Keramat Doanya dan diceritakan bahwa air kulah tersebut telah diberi doa oleh tuan Hasan Serawak yang disebut dengan air wapak dengan memasukkan Ayat ayat doa ke dalam kulah tersebut sehingga dilarang untuk jangan sampai kulah tersebut dimasukkan najis dan pada setiap hari Rabu Akhir pada bulan Safar tradisi disana mandi mandi di kulah tersebut sambil membawa sepiring makanan pulut kuning lengkap dengan pisang, bertih dan telurnya untuk dimakan selepas mandi di kulah tersebut.


Dan setelah beliau wafat tradisi tersebut terus berlanjut terutama bagi yang berniat sesuatu keinginan agar terkabul atau mintak kesembuhan jika mengalami sakit dengan mandi air kulah dan mengikatkan kain putih di ranting pohon yang saat itu berada di samping kulah tuan Hasan Serawak sebagai simbol tanda pengikat bila berhajat dikulah tersebut akan tetapi saat ini sudah jarang masyarakat melakukan itu sejak ustadz ustadz di Desa Ujung Kubu mengingatkan apabila ke kulah Tua Hasan Serawak tersebut salah niatnya maka hukumnya syirik hal tersebut membuat masyarakat tidak lagi banyak datang ke kulah tuan Hasan Serawak tersebut.


Muhammad Nurdin Sekretaris Lembaga Generasi Melayu Batu Bara (Lembaga GAMBAR) kepada awak media ini, Kamis (25/3/2021) berharap supaya Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat menjadikan Kulah Tuan Hasan Serawak termasuk sebagai Situs Cagar Budaya di Kabupaten Batu Bara. (MA)