ads

03 Desember 2018

Festival KITO Batu Bara 2018 Di Prediksi Meriah

Festival KITO Batu Bara 2018 Di Prediksi Meriah
Nurdin saat menempelkan publikasi brosur festival layang layang di salah satu warung di Sekolah Teladan Ujung Kubu (foto/dok.ma)

BATU BARA, LintasTotabuan.com - Festival layang layang dan olahraga tradisional Batu Bara Tahun 2018 yang akan di gelar di pantai perjuangan / pantai Sujono pada tanggal 8 dan 9 Desember 2018 mendatang di perkirakan meriah.

Hal tersebut diutarakan oleh Nurdin (40) Pengrajin Kreatif khas Batubara kepada kontributor LintasTotabuan.com, Minggu (2/12/2018) di Balai Desa Perupuk Kec. Lima Puluh Pesisir

Menurut Nurdin, kegiatan yang membawa tema "Lestari Budaya Batu Bara Bertuah" yang digelar bertepatan dengan Harlah Kabupaten Batubara itu sangat di minati oleh masyarakat kabupaten Batubara disamping harganya murah, olah raga tersebut juga mengajarkan serta menghidupkan kembali permainan olahraga tradisional di era 80 an.

"permainan dan olahraga tradisional sangat baik dan memiliki manfaat untuk melatih fisik dan mental anak.anak anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan dan keluasan wawasan nya melalui permainan dan olahraga tradisional tersebut". ungkap Nurdin

Ditambahkan Nurdin, kegiatan yang di gelar oleh Komunitas Insan Tradisional Olahraga  (KITO) akan sangat meriah, disamping di ikuti oleh peserta sekolah SD dan SMP sederajat di kabupaten Batubara juga di hadiri oleh pelayang nasional dan internasional dari luar negeri.

"kepada masyarakat Batu Bara, ikuti, hadiri dan Saksikanlah..Festival layang layang, Ketapel dan Galah panjang Di Pantai Perjuangan / Pantai Jono di Desa Lalang Kec. Medang Deras Kabupaten Batubara Sumut pada tanggal 8 dan 9 Desember 2018, acara tersebut juga dimeriahkan oleh pameran kreatif masyarakat kabupaten Batubara". pungkasnya

Ditempat terpisah Tokoh Masyarakat Desa Medang H. Istar, Minggu (02/12/2018) mengatakan, dewasa ini anak-anak sudah terlalu jauh melangkah mengenal permainan modern seperti play station, video games maupun permainan lainnya yang cenderung memaksa orangtua untuk memenuhi kebutuhan itu.

"Kalau sudah dimulai permainan tradisional ini, maka para orangtua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mahal untuk memberikan permainan tersebut pada anaknya," katanya.

Selain itu, dengan digelarnya permainan dan olahraga tradisional Batu Bara Tahun 2018 dapat mengantisipasi musnahnya aneka permainan yang merakyat dan mendidik itu.


"Anak jaman sekarang sudah banyak tidak lagi mengenal berbagai aneka permainan tradisional yang memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi untuk memupuk rasa kebersamaan, mudah mudahan acara festival KITO Batu Bara yang pertama ini berlangsung meriah". katanya. (HS)