Batu Bara, LintasTotabuan.com-Dua pemuda dihadiahi "Bogem Mentah" dan babak belur setelah dihajar massa diduga hendak mencuri sepeda motor yang dipergoki warga saat hendak mengambil sepeda motor Honda Revo milik D br Pandiangan yang saat itu sedang diparkir diareal persawahan di Desa Cahaya Pardomuan, Kecamatan Lima puluh Kabupaten Batubara, Selasa (06/11/18).
Kedua pria tersebut masing-masing SI (31) dan SR (28) warga Dusun IV Desa Benteng Jaya, Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara.
Peristiwa bermula saat salah seorang saksi kejadian bermarga Ambarita, ditemui di Puskesmas Lima Puluh mengatakan, dirinya melihat dua orang tersebut sedang ilir mudik didesanya mereka.
Ambarita memantau gerak gerik kedua pria tersebut dan ketika melihat satu diantaranya mendorong sepeda motor Honda Revo BK 5651 VAN yang sedang diparkir diareal persawahaan, ia pun sepontan berteriak maling.
Dengan teriakan itu kedua pria yang diduga pelaku mencoba melarikan diri.
Namun apesnya, warga sekitar lebih dulu berdatangan dan mengejar hingga keduanya dihadiahi 'Bogem Mentah'.
Nasib keruntungan masih memihak kepada kedua pria tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Lima Puluh datang ke tempat kejadian perkara dan menyelamatkan kedua pria tersebut serta membawanya ke Pukesmas Lima Puluh untuk dilakukan perawatan medis dan setelah itu dibawa ke Polsek Lima Puluh untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Secara terpisah, Kades Cahaya Pardomuan A. Ambarita kepada wartawan mengatakan aksi curanmor disekitar desanya yang marak pada akhir-akhir ini memang meresahkan masyarakat.
"Sudah beberapa kali warga kehilangan sepeda motor dan sudah dilaporkan ke pihak berwajib", ujar Kades.
Sementara itu, SR (28) warga Dusun IV Desa Benteng Jaya, Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara.membantah bahwa dirinya melakukan pencurian motor.
"Gak ada aku curi kereta. Aku ke Simpang Marom mau jumpai Manulang, dia bandar togel. Tiba-tiba aku diteriaki maling, ku tengok warga ada yang bawa parang, terus aku lari. Disitu aku dipukuli", kata SR saat mendapat perawatan di Puskesmas Lima Puluh.
Diceritakannya, sebelum diteriaki maling, SR mengaku baru buang air besar di areal perkebunan kelapa sawit. Tetapi setelah dijelaskan, warga tidak terima.
(5VF)
