LintasTotabuan Jakarta - Dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) menggelar lomba pembuatan teks khutbah Jumat, bertema "Dakwah Islam Nusantara". Lomba ini diperuntukkan bagi masyarakat umum. Juga lomba pembuatan video dakwah pendek tingkat mahasiswa se Nusantara, dan lomba pidato tingkat SLTA/sederajat se Jabodetabek.
Koordinator pelaksana lomba, Ustadz Ahmad Ali MD mengatakan bahwa "Lomba ini dimaksudkan untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih memahami dakwah Islam Nusantara dengan baik, terutama dakwah dengan santun, ramah dan bukan marah-marah, merangkul dan bukan memukul".
Lebih dari itu, "Lomba ini dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan semangat dan budaya menulis, yang disertai dengan wawasan yang baik dan bijaksana mengenai dakwah Islam Nusantara. Dakwah Islam Nusantara adalah dakwah yang mengedepankan pandangan dan sikap toleran (tasamuh), moderat (ta'adul), dan seimbang (tawazun) serta menekankan hikmah (kebijaksanaan) terhadap budaya, tradisi dan adat istiadat yang baik, mau'zhah hasanah, pola perdebatan yang fair dan bermartabat (mujadalah billati hiya ahsan)", ujarnya.
Pelaksanaan pendaftaran lomba ini dibuka mulai pertengahan September hingga tanggal 10 Oktober yang lalu.
Hingga deadline pendaftaran ditutup, telah masuk lebih dari 101 teks khutbah, yang dikirimkan oleh peserta yang tersebar dari seluruh Nusantara.
Dari biodata peserta, terlihat bahwa peserta lomba ini beragam, dari santri, anak sekolah, guru ngaji, lulusan tingkat SLTA, mahasiswa, dai, kandidat doktor, hingga doktor Aparatur Sipil Neagara (ASN).
Ustadz Ali MD menambahkan bahwa lomba pembuatan teks khutbah Jumat ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan oleh LD-PBNU sejak adanya HSN.
Sosialisasi perlombaan ini dilakukan melalui media sosial, Fb, instagram, twitter dan jaringan WA.
Penilaian teks khutbah Jumat yang dilombakan ini, telah dilaksanakan pada Rabu, tanggal 17 Oktober 2018 di Sekretariat LD-PBNU, Gd PBNU, Lt. 6, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.
Dari 101 teks khutbah yang masuk, kemudian diseleksi menjadi 35 teks untuk dinilai oleh tim juri, diambil 10 peringkat terbaik.
Penilaian lomba teks ini dilakukan oleh tim juri dari LD-PBNU, yang terdiri dari Dr. KH. Nurul Irfan, MA (Ketua merangkap anggota), Ust. Ahmad Ali MD, MA. (Sekretaris merangkap anggota) dan KH Choirul Ansori, MA. (Anggota).
Berikut nama-nama, asal daerah, dengan judul teks khutbahnya yang meraih sepuluh terbaik: 1. Dr. Yusuf Hanafi, MA. Malang Jawa Timur (Islam, Nasionalisme dan Bela Negara, nilai 763), 2. Dr. Mukhrij Sidqy, MA. Depok Jawa Barat (Dakwah Islam Nusantara "Filosofi Kupu-kupu Dakwah Islam, nilai 753), 3. Imaduddin, Purbalingga Jateng (Berdakwah dengan Santun dan Ramah, nilai 739), 4. Muhammad Amin, S.Th.I., M.Ag., Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan (Semangat Dakwah dalam Mewujudkan Islam Sebagai Agama Terbaik, nilai 736), 5. Muhammad Falaq Khomeini, Surabaya Jawa Timur (Dakwah Islam Nusantara: Menebarkan Rakmat Bukan Laknat, nilai 735), 6. Khoirul Anwar, Blora Jawa Tengah (Dakwah Bilhikmah Walmauizhatul Hasanah, nilai 725), 7. Mukhlisin Purnomo, Sewon Bantul Yogyakarta (Mengambil Madu Tanpa Merusak Sarangnya, nilai 720), 8. Ma'muri Santoso, Kebumen Jawa Tengah (Mengembalikan Ruh Islam Rahmatan Lil Alamin, nilai 717), 9. Abdul Jalil, S.H.I., MA., MEI., Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Membumikan Nilai-nilai Kasih Sayang dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, nilai 711), dan 10. M. Syaiful Kamal, S.Hum., Umbulharjo Yogyakarta (Islam Nusantara Bukan Islam Arab, nilai 709).
Panitia mengucapkan selamat kepada para peraih 10 terbaik, dan terimakasih kepada semua peserta dan semua pihak yang telah berpartisipasi bagi suksesnya lomba ini.
