*BEKASI* - Rabu, (11/07). Patut disyukuri dan diapresiasi atas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara serentak pada tahun 2018 di Kota Bekasi berjalan sangat aman dan damai.
Banyak pihak menilai bahwa setiap pemilihan dari mulai tingakatan kepala desa sampai presiden pasti akan terjadi polemik sosial bahkan sangat ironis sampai bentrokan antar masyarakat, namun hal itu tidak terjadi di bumi patriot yang dicintai.
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang digelar 27 juni 2018 kemarin berjalan dengan lancar seiring dengan tandanya kematangan masyarakat Bekasi dalam berdemokrasi.
Bukti yang sangat konkret adalah adanya kunjungan dari 10 delegasi dimotori oleh Panwaslu Kota Bekasi yang berasal dari Amerika, Swis, Australia, Myanmar, Srilanka, India, Timor Leste, Vietnam, Thailand dan Italia berkunjung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pemantauan sekaligus observasi dari proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Bekasi.
Hal ini menunjukan bahwa adanya kemajuan demokrasi ditingkat lokal dan peningkatan kesadaran politik masyarakat Bekasi yang terlibat dalam proses melegitimasikan calon pemimpinnya di bilik suara.
Telah diketahui bersama bahwa ada dua pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, yaitu: pasangan calon nomor urut satu (Bapak Rahmat Effendi dan Bapak Tri Adhianto).
Dan pasangan nomor urut dua (Bapak Nur Supriyanto dan Bapak Adhy Firdaus) kedua pasangan tersebut terhitung ditetapkannya sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi oleh KPU pada 12 Februari 2018, keduanya langsung tancap gas untuk melakukan adu strategi dan adu visi misi untuk memajukan Bumi Patriot.
Dari 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018 (masa kampanye) masyarakat Kota Bekasi disuguhkan bahkan kedatangan tamu dari tiap-tiap pasangan calon untuk menawarkan janji politik, visi-misinya serta memaparkan program bagaimana menata kota bekasi lima tahun kedepan.
Sebelum pelaksanaan pemungutan suara digelar dimasing-masing TPS untuk memilih pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018.
Tentunya masyarakat Kota Bekasi mempunyai banyak harapan kepada calon-calon kepala daerah tersebut, khususnya kepada calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yang nantinya akan dipilih oleh masyarakat melalui pencoblosan kertas suara dibilik suara dan siapa yang paling banyak mendapatkan suara dari masyarakat dengan mekanisme yang ada, maka akan ditetapkan sebagai kepala daerah untuk satu periode kedepan.
Tentu dengan suka rela masyarakat datang dengan berbondong-bondong ke TPS sebagai sarana kedaulatan rakyat, disisi lain juga membawa harapan agar pemimpinya mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat, khusunya Kota Bekasi.
Masyarakat ingin pemimpinnya selalu hadir ditengah-tamgah masyarakat, mengerti dengan permaslahan yang ada ditengah-tengah masyarakat.
Jika ditinjau dilapangan pada saat pemilihan pada 27 juni 2018 banyak masyarakat Kota Bekasi yang memilih dengan kondisi sakit, cacat fisik atau hal lainnya yang menghambat untuk memilih tetapi mereka tetap memastikan dirinya hadir ke TPS untuk memilih pemimpinnya.
Mereka berjuang melawan rasa sakitnya dan keterbatasannya itu demi berlangsungnya demokrasi dan yang paling penting adalah berkaitan dengan keberlangsungan hajat hidup orang banyak melalui estapet kepemimpinan pemerintah agar tidak ada lagi kesenjangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
Kemudian generasi bekasi yang tidak sekolah, agar tidak ada lagi rumah sakit dan pelayanan yang susah dikses, agar tidak ada lagi masyarakat bekasi yang kelaparan, semua mempunyai harapan agar maju dan sejahtera.
Terakhir, disampaikan selamat dan sukses kepada Bapak Rahmat Effendi dan Bapak Tri Adhianto yang terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bekasi periode 2018-2023 semoga mampu mewujudkan harapan dan impian masyarakat kota bekasi dengan bingkai visi-misi dan program-programnya. Selamat bertugas dan mengemban amanah dari masyarakat Kota Bekasi.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu ketahui.” (Q.S.Al-Anfal : 27)
Oleh : Ahmad Mustofa Kamal (Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan HMI Cabang Bekasi)
