Batu Bara, LintasTotabuan.com - Ketua APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Batubara H. Abdul Aziz SH, meluruskan sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat Batu Bara agar lebih cerdas melihat persoalan disekitarnya.
Apa yang dilakukan PT Multimas Nabati Asahan (MNA) tentang rekrutment karyawan dari out sourcing adalah kebijakan yang dari awalnya kita dukung dan dorong agar diprioritaskan managemen.
Hal tersebut diungkapkan Abdul Aziz kepada wartawan di kantin perumahan karyawan PT MNA di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Kamis (12/7/2018).
Aziz mengungkapkan pihaknya telah menyarankan PT MNA dan perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Batubara apabila melakukan perekrutan karyawan tetap mengutamakan karyawan perusahaan kontraktor yang bekerja di perusahaan tersebut.
"Apa yang kita sarankan ditanggapi positif oleh PT MNA dengan merekrut karyawan tetap yang berasal dari karyawan harian perusahaan kontraktor yang bekerja di PT MNA," sebut Aziz.
Ditambahkan Aziz, yang ditesting adalah anak daerah, sudah pasti konteksnya yang tadi karyawan harian kita tingkatkan menjadi karyawan tetap di PT MNA. Ini langkah maju yang harus didukung. Bila nanti kelak mereka diterima maka kontraktor akan merekrut lagi karyawan baru dari masyarakat Batu Bara.
Sebenarnya masalah tenaga kerja tidak boleh ada batasan. Namun intinya PT MNA melakukan test kepada karyawan harian yang selama ini telah mengabdi di PT MNA. Belakangan ini telah beredar berita di media online yang menjadi viral dan pembicaraan ditengah tengah masyarakat Batubara.
Hal yang menjadi sorotan adalah pernyataan yang mengatakan PT. MNA merupakan perusahaan nenek moyang. Berita Ini muncul terkait rekrutmen yang dilakukan PT MNA akhir-akhir ini diambil dari karyawan harian yang selama ini bekerja di PT MNA dinilai OKP setempat terkesan tertutup dan tidak berkontribusi pada anak daerah.
Menanggapi hal itu, Kadis Naker Batubara, Saelan didampingi Sekretaris Disnaker, Erwandi Ginting memandang apa yang dilakukan perusahaan sangat baik dengan melakukan rekrutmen karyawan dari pihak ketiga di PT MNA yang sudah terdaftar di Disnaker.
Diungkapkan Saelan, pihak PT MNA sebelumnya telah melaporkan ke Disnaker perihal rekrutmen karyawan yang diambil dari karyawan harian dari Kontraktor yang bekerja di PT MNA.
"Ini merupakan pembinaan yang baik karena meningkatkan status karyawan out sourching menjadi karyawan tetap," tutup Saelan.
Agus Riandi yang merupakan karyawan harian Mitra Abadi Almas, alamat Dusun III Desa kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka dan Mahyuddin yang merupakan karyawan harian PT Tanjung Sejahtera warga Dusun Mesjid Barat Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara yang ikut test mengungkapkan mereka berhak diutamakan dalam test karena disamping sebagai putra daerah mereka telah bekerja cukup lama di perusahaan rekanan PT MNA.
Humas PT MNA, Rasyid kepada wartawan menjelaskan hari ini diadakan test yang diikuti 48 orang karyawan harian untuk memperebutkan 31 posisi yang tersedia. Terkait domisili peserta test seluruhnya warga Kabupaten Batubara. Penjelasan tersebut dibenarkan Agus Roandi dan Mahyuddin. Menurut mereka 48 peserta ujian warga Batubara dan mereka mengenal semuanya karena telah lama bekerja bersama-sama di PT MNA. (HS)

