MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang (BPBD) bersama pemerintah Desa Ngantru melaksanakan kegiatan pelatihan Desa Tangguh Bencana.
Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 haridengan diikuti oleh sekitar 30 orang warga desa ngantru yang terdiri dari karangtaruna desa, perwakilan masyarakat, perangkat Desa dan beberapa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 102 Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat desa ngantru agar siap siaga menghadapi bencana serta mampu meminimalsir adanya korban jiwa ketika terjadi bencana alam. Berdasarkan keterangan dari ikhsan Hadi selaku kepala bidang perencanaan dan kesiap siagaan BPBD Kab. Malang.
Pelatihan ini merupakan program pemerintah kabupaten malang dalam menggagas kelompok kerja masyarakat yang ada di setiap desa yang rawan bencana alam salah satunya adalah Desa Ngantru yang pernah terkena bencana alam gunung Kelud pada tahun 2014 lalu.
Pelatihan yang di akhiri dengan simulasi bencana ini, di bantu dengan mahasiswa KKN 102 Universitas Muhammadiyah Malang yang bertindak sebagai korban bencana alam gunung meletus dan sebagai tim kesehatan. Simulasi yang berjalan selama kurang lebih 4 jam tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan materi – materi yang di berikan selama 3 hari.
“Materi yang diberikan meliputi manajemen bencana, evakuasi dan penanganan korban bencana sebagai pengetahuan dasar masyarakat pada saat terjadi bencana agar tanggap dan sigap dalam penanganan pertama saat terjadi bencana” ujar ikhsan hadi.
Di sisi lain, Ramavito gunawan selaku koordinator kelompok KKN 102 UMM sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini sebagai langkah mitigasi bencana yang tepat sehingga mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat mengenai potensi bencana yang ada di lingkungan ngantru ini.
“Kami sebagai mahasiswa memang harus berkontribusi juga dalam pelatihan ini sebagai salah satu pengabdian kami kedalam lingkungan masyarakat,” lanjut anak asuh dari Tutu Apriliani tersebut.
“Setelah pelatihan ini, rencana kami akan kami anggarkan dana untuk pengembangan kapasitas dari pokja DESTANA ini agar nantinya mampu meminimalisir korban jiwa pada saat terjadi bencana” jelas Solikin selaku kepala Desa Ngantru.
CJ : Agung (+62 812-5926-5649)
Red : Arianto
Dikirim pada hari Minggu, (22/07).

