*SURABAYA* - Rabu. (11/07). Maraknya order fiktif tidak harus membuat para abang ojek daring putus asa dalam mengais rejeki.
Budi dan kawan" yg menjalankan applikasi taxi online (taxol) dan ojek online (ojol) memiliki cara sendiri utk mengatasi masalah tsb.
Kami membuat sistem pengamanan internal yg 100% tidak akan ada lagi yang namanya Order Fiktif (Ofik) saat kita menerima order, baik itu dari operator maupun langsung dari konsumen.
Setelah 3 (tiga) tahun memberikan layanan dlm jasa antar jemput/ kirim barang, komunitas driver/rider//kurir asli Surabaya ini akhirnya mulai dilirik para calon mitra driver/rider/kurir wilayah dan juga calon pelanggan barunya.
Beberapa diantaranya, Hj Nayla (51), pengusaha katering nasi uduk di Surabaya ini mengaku lebih aman menggunakan jasa kurir makanan komunitas IDOS. Pasalnya, dlm memberikan layanannyaa, pelanggan cukup menghubungi operator lewat WA dg ketik : *ORDER DOS* selanjutnya operator akan menindaklanjuti apa yg diinginkan pelanggannya.
Mengenai tarif layanan, dia menilai tarif jasannya sangat kompetitif dan sangat terjangkau bagi masyarakat. "Tidak terlalu murah,, juga tidak mahal" amat," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Ita (35), karyawan asuransi yg kerap menggunakan jasa ojek online dalam beraktifitas menemui kliennya.
Menurut Ita, keamanan adalah yg utama dia pertimbangkan. "Sedikit lebih mahal gak apa-apa, asal aman," ujarnya.
Dengan maraknya berita driver applllikasi palsu. Dengan menggunakan akun milik orang lain, keselamatan penumpang sedikiitt terganggu dan muncul rasa tidak aman.
Dengan menggunakan jasa komunitas ojek online melalui applikasi WA yg dikelola secara mandiri dg menggunakan fitur chatt langsung antara pengguna layanan dg driver wilayah yg diberikan operator dirasakan lebih aman dan cepat sampai di lokasi penjemputan, karena driver/kurir yg ditunjuk operator komunitas adalah driver yg tinggal diwilayah tempat konsumen tsb memanggil driver/kurirnya.
"Karena mereka paham lokasi penjemputan, jadi gak usah nunggu terlalu lama," kata Ita yg mengaku tahu layanan ini dari teman yg melakukan broadcast WA ke nomor WAnya dan juga postingan layanan komunitas DOS di beberapa akun sosmed yg dia ikuti.
"Awalnya saya ragu utk menggunakan jasa komunitas ojek online via WA Chatt ini. Tapi setelah sy merasakan kemudahan dan kenyamanannya, sekarang sy lebih percaya dan merasa aman menggunakan jasa layanan driver dari komunitas ojek ini," terangnya.
Keterbatasan driver/rider/kurir di wilayah masih menjadi alasan utama pengelola jasa utk memenuhi keinginan pengguna layananan komunitas ini.
Apa rahasia dibalik pelayanan yg bisa menumbuhkan rasa aman di hati pengguna layanan ini? Dan apa solusi utk mensiasati keterbatasan driver di wilayah?
Ditemui di Basecamp komunitasnya IDOS, Kompleks Kampung Seni THR Surabaya, Jl Kusuma Bangsa 116-118 Sby, Budi Arifianto selaku Presiden Komunitas I-DOS mengatakan, tidak ada rahasia" an dalam layanan komunitasnya. Semua orang bisa melakukannya, asal ada komitmen," ujar bapak 3 (tiga) anak ini.
Tanpa adanya komitmen, sebaik apapun sistem, secanggih apapun tekknologinya , tidak akan ada manfaatnya utk orang lain. Terlebih lagi, jasa ini berhubungan dg kepercayaan seseorang terhadap pemberi layanannya. "Sulit sekali membangun kepercayaan tanpa ada keinginan bersama-sama memberikan yg terbaik utk pelanggannya dan masyarakat pd umumnya.
Katanya, patuhi kesepakatan dan sistem kerjanya. Lakukan saja apa yg diarahkan manajemen melalui korwil kita kepada kita sebagai driver/rider/kurir di wilayah. Semua sudah ada pembagian tugas masing. Ibarat sebuah tim sepak bola, kita tinggal disiplin dan fokus pada tugas kita saja. Dan solusi dari setiap masalah pelayanan, baik dari sisi pengguna jasa (customer) maupun pemberi jasa (driver/rider/kurir) adalah sering" bersilaturrahim , yg lebih dikenal dengan kopi darat (kopdar) komunitas di wilayah masing-masing. Dalam istilah komunitas kami yakni, SDC (Sharring Doswil Class).
"Jangan ragu utk berbagi informasi dalam hal kebaikan. Dan rajin-rajinlah SDC.. Itulah roh dari sistem kerja komunitas," tegasnya. (ba)
CJ : Budi
