ads

08 Juli 2018

  • Follow us

Buang Sampah Pada Tempatnya, Jangan Buang di Gunung

Buang Sampah Pada Tempatnya, Jangan Buang di Gunung


*SIDOARJO* - Minggu, (08/07). Apa kerennya naik gunung? Jika turun tak membawa sampahnya kembali.
Apa arti pendaki dan pecinta alam? Apa karena bisa dibilang keren sama teman-teman kita bisa menaklukkan gunung manapun, tapi sampah masih ditinggalkan ditempat pendakian.

Bahkan sekarang keindahan alam di sejumlah gunung di Indonesia kini terancam rusak oleh tumpukan sampah yang dibawa para pendaki.
Saya sendiri pernah melakukan pendikan di Gunung Semeru Jawa Timur, dan sangat miris sekali keadaan di Danau Ranu Kumbolo. Botol plastik dan bungkus plastik mi instan tampak berserakan di salah satu sudut tepian danau tersebut.

Ditempat buang air kecil pun juga sangat miris sekali, banyak tisu basa berserakan dan botol plastik yang menyebabkan bau tidak enak yang sangat menyengat.

Sampah itu ditinggalkan begitu saja oleh para pendaki dan pengunjung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Padahal sebelum melakukan pendakian para pendaki sudah di himbau untuk membawa turun lagi sampahnya tersebut.

Tetapi ini tidak terjadi di Gunung Semeru saja, melainkan di Gunung yang mempunyai keindahan-keindahan yang luar biasa. Tren pendakian gunung memang membuat volume sampah di gunung sangat meningkat.

Kesadaran diri terhadap alam memang sangat dibutuhkan agar tidak merusak ekosistem didalamnya. Volume sampah gunung akan terus meningkat jika para pendaki tidak bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.

“Buat apa sih capek-capek naik gunung kalau hanya untuk merusaknya, setelah menikmati pemandangannya, berfoto-foto ria setelah itu pamer di sosial media seperti aplikasi Instagram, memang fenomena yang disebut Pendaki Jaman Now cuma buat pamer foto tanpa memikirkan ekosistem yang disana”. Ucap dari seorang pendaki yang masih bertanggung jawab.

Alam memang selalu lebih indah dipandang jika tak dikelilingi oleh sampah akibat ulah pendaki yang tidak bertanggung jawab.




Oleh : Haniyah F.R. (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)