Kota Tangerang - Penjagaan yang dilakukan Satpol PP pun jebol yang mengakibatkan para emak-emak dan anak-anak berlari sambil berteriak histeris menuju lobby Pusat Pemerintahan Kota Tangerang untuk bertemu Walikota Tangerang untuk mencurahkan isi hatinya. Namun, tetap mereka tidak berhasil bertemu orang nomor satu di Kota Tangerang.
Aksi puluhan warga yang didominasi wanita dan anak - anak tersebut pada awalnya berlangsung damai, namun lantaran tidak sabar menunggu perwakilan dari pemerintah kota Tangerang ditambah lagi hujan yang mulai turun membuat para peserta aksi memaksa masuk kedalam lingkungan pusat pemerintahan kota Tangerang.
Berdasarkan pantauan dilokasi, dalam aksi tersebut sempat terjadi insiden dorong dorongan antara petugas satpolPP dan warga yang menyebabkan beberapa anak dibawah umur yang saat itu turut serta dalam aksi tersebut terhimpit.
Insiden tersebut juga diwarnai jerit tangis dari anak anak dan orangtua yang saat itu terjebak ditengah tengah kericuhan tersebut.
Untungnya dalam insiden tersebut tidak menelan korban lantaran petugas satpolPP dan kepolisian yang saat itu mengamankan jalannya aksi memilih mengalah dengan catatan tidak membuat kegaduhan didalam plaza puspemkot Tangerang.
Saipul Basri, Koordinator aksi kepada wartawan menuturkan dalam aksi unjuk rasa tersebut dirinya bersama puluhan aktivis daru berbagai elemen mahasiswa akan terus mengawal korban penggusuran proyek pembangunan jalan tol Jakarta outer ring road (JORR II) yang berlokasi di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda
Dalam aksi tersebut, masih menurut aktifis yang akrab disapa Marcel tersebut juga membuka Posko Kemanusiaan yang berlokasi di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
• Ida Bastian

