ads

18 September 2020

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bupati Batubara Gelar Rapat Kordinasi GERMAS

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bupati Batubara Gelar Rapat Kordinasi GERMAS


BATU BARA, LintasTotabuan.com - Bupati Batubara Ir H Zahir M.AP menggelar rapat kordinasi forum kordinasi gerakan masyarakat sehat (GERMAS) Dalam mencegah Pandemi virus corona (Covid-19) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara di aula rumah dinas Bupati Batubara, Tanjung Gading, Kec. Seisuka, Rabu (16/9/2020)


Bupati Batubara Ir H Zahir MAP yang merupakan Politisi dari partai PDI perjuangan ini mengatakan bahwa fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Batubara akan lebih di tingkatkan lagi kelengkapannya.


" Untuk menunjang itu semua, Dibutuhkan tenaga para medis yang ahli minimal memiliki STR yang harus di lengkapi. Harapan saya puskesmas pembantu harus ada di tiap desa. Sosialisasi protokol kesehatan tetap dilakukan. Dan membentuk relawan di masing-masing desa supaya masyarakat mau melakukan protokol kesehatan sepenuhnya, "ujar Bupati.


Selain Bupati Batubara Ir. H. Zahir, MAP dan Kadis Kesehatan drg. Wahid Khusyairi, MM, hadir dalam kegiatan itu Kadis PMD Radyansyah F. Lubis, S.Sos, Kepala Puskesmas Se- Kabupaten Batubara serta Camat Se- Kabupaten Batubara.


Kadis Kesehatan Kabupaten Batubara, dr Wahid Kusyairi menyampaikan dalam pemutusan rantai penyebaran virus corona, Selaku pihak pemerintahan melakukan 3T yaitu " Testing, Tracing, Treatment".


" Testing dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi orang yang tertular virus corona. Tracing dilakukan untuk menelusuri kasus suspek, Kasus probably dan kasus konfirmasi dengan tujuan isolasi mandiri. Treatment dilakukan untuk menambahi fasilitas kesehatan di rumah sakit. Dan untuk Masyarakat tetap melakukan 3M yaitu memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, " tutur Kadis Kesehatan dr Wahid Kusyairi.


Lebih lanjut ia menambahkan dalam minggu ini akan hadir mobil PCR di kabupaten Batubara untuk penangan wabah covid 19 yang hasilnya bisa diketahui kurang lebih delapan jam setelah test swap dilakukan dan ini merupakan pertama kali untuk Provinsi Sumatera Utara. (MA)