Pesisir Barat, Lintastotabuan.com – Sejumlah Jurnalis di Pesisir
Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu
Komisioner Bawaslu Pesisir Barat, Abd.Kodrat beberapa hari yang lalu.
Seperti diketahui, Abd. Kodrat terkesan arogan dengan salah satu
jurnalis media online, dengan membuat pernyataan menantang agar jurnalis
belajar soal hukum kepadanya.
Ketua Setwil Forum Pers Indevendent Indonesia (FPII) Provinsi
Lampung, Aminuddin menyayangkan atas pernyataan tersebut. Menurut ia, sebagai
pejabat publik dan digaji oleh negara, Kodrat sejatinya tidak mengeluarkan
pernyataan kontroversi tersebut.
“Harusnya Kodrat jawab aja sesuai jawaban yang
dibutuhkan.Misalnya membuat klarifikasi atas keputusan keluarga berjamaah
menjadi penyelenggara pemilu apakah sesuai aturan atau belum. Bukan malah
menantang jurnalis untuk belajar hukum kepada dirinya, apalagi mengancam akan
lapor Polres,” kata dia, Jum’at, (20/12).
Aminuddin mengaku akan mengakomodir sejumlah jurnalis untuk
belajar hukum dan kode etik kepada Kodrat.
“Kami membahas persoalan ini dengan serius, dan saya ajak
kawan-kawan jurnalis terutama yang tergabung dalam FPII untuk belajar hukum dan
kode etik kepada Kodrat dalam waktu dekat biar pintar dan memiliki inegritas
seperti Kodrat,” sindirnya.
Sebelumnya, Kodrat dan Irwansyah disorot masyarakat Pesisir
Barat. Keputusan Kodrat dan Irwansyah menerima sejumlah beberapa keluarga
besarnya menjadi anggota panwascam dinilai bentuk sebagai kerakusan dan syarat
dengan potensi KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
Kodrat sendiri mengangkat diduga adik kandung, iparan, dan
sepupunya demikian juga dengan Irwansyah. (Wagiman/Roso/Mus/team)
