BATU BARA, LintasTotabuan.com l Peringatan hari Kesetiakawanan sosial nasional (HKSN) dengan tema Kesetiakawanan sosial menembus batas,tema tersebut sejalan dengan visi misi Bupati dan wakil Bupati untuk mewujudkan masyarakat industri yang sejaterah mandiri dan berbudaya.
Dalam penanggulan kemiskinan Kabupaten Batubara terus kita upayakan agar kedepan dapat menurun terus angka Kemiskinan dan kurang produktifnya masyarakat kita dalam mengikuti perkembangan ekonomi global. Sebut Bupati dalam acara peringatan HKSN Kabupaten Batubara dihalam kantor sekdakab Kecamatan Lima Puluh, Kamis (19/12/2019).
Lanjut Bupati, Hal ini dibuktikan masih rendahnya kualitas hidup masyarakat Batubara berupa tingginya angka kurang gizi, pendidikan dan kualitas ekonomi yang masih rendah. Namun perlu saya tekankan kepada semua OPD bahwa permasalahan data kemiskinan di Batubara belum duduk pada angka yang sebenarnya.
Untuk itu saya berharap kepada seluruh pimpinan OPD, Camat sampai kepala Desa se Kabupaten Batubara agar bersinergi mengatasi permasalah ini. Terutama Camat dan kepala desa ini perlu mengerakan seluruh potensi yang dimiliki. Ujarnya
Pada hari jadi Kabupaten Batubara ke 13 Kabupaten Batubara telah mewisuda 2.822 kepala keluarga atau lebih 11.200 jiwa masyarakat yang tidak ingin dikatagorikan lagi sebagai masyarakat miskin. Untuk tahun ini pemerintah pusat dan daerah telah mengucurkan beberapa program bantuan pangan non tunai (BPNT),program keluarga harapan (PKH) dan program bantuan dana untuk kelompok usaha bersama (KUBE),juga program bantuan bagi wanita rawan sosial ekonomi (WARSE).
Dari itu pemerintah terus berbuat dan apa yang sudah disebutkan tema Kesetiakawanan sosial menembus batas
Sebelumnya Kabid Daya Sosial Parlindungan Gultom mengatakan kegiatan HKSN ini merupakan nilai dasar bangsa Indonesia,yang perlu kita tanamkan. Pelaksanaan HKSN tidaklah hanya melakukan rutinitas dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian bersama tanpa membeda bedakan.
Adapun kegiatan ini pemerintah Kabupaten Batubara berikan bantuan keluarga yang tidak terdata dalam data BPNT sebanyak 200 orang. Bapak /ibu lansia sebanyak 45 orang. Anak putus sekolah,anak yatim,anak terlantar sebanyak 45 orang. Penyandang disabilitas sebanyka 45 orang dan penyerahan bantuan seragam anak sekolah dan penyerahan buku rekening kepengurusan kelompok usaha bersama (KUBE) sebanyak 50 kelompok /Rp 20 juta /Kube dari kementerian sosial RI. (MA)
