Tampak tumpukan material proyek ditengah jalan mengganggu pengguna jalan yang sedang melintas (foto /M. Yusuf)
BATU BARA, LintasTotabuan.com l
Proyek Peningkatan ruas jalan Accesroad Desa Lalang menuju arah Ke Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei) bagaikan bak Proyek Siluman tanpa memasang papan plank proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui Anggaran dari mana, Siapa pelaksananya dan berapa jumlah anggaran yang digunakan, selain itu, material proyek meresahkan pengguna jalan yang sedang melintas.
Sebagaimana dikatakan Mhd Sapri selaku Ketua KNPI Kecamatan Medang Deras, biasanya setiap proyek yang akan dilaksanakan pengerjaan terlebih dahulu memasang papan plank proyek, akan tetapi proyek yang ini tampil beda dimana pengerjaan telah berjalan namun tidak ada identitas proyek.
" Apakan proyek tersebut sumbangan dari donatur, " cetus Sapri kepada wartawan Rabu (30/10/19) di Desa Medang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara, sembari menunjukkan mimik wajah keheranan.
Menurutnya, Masyarakat sangat mendukung program pemerintah terutama sisi pembangunan akan tetapi setiap pengerjaan proyek seharusnya memikirkan akan keselamatan bagi pengguna jalan.
" Jangan terkesan pemenang tender memikirkan kuantitasnya tapi tidak memikirkan masyarakat " tutur Sapri.
Sementara itu, Uzi selaku pengguna jalan mengeluh karena pada proyek tersebut tidak adanya pengaturan arus lalulintas sehingga antara kendaraan roda empat dan roda dua serta Betor saling ingin mendahului dari arah yang berlawanan mengelakkan material dijalan.
" Masing - masing ingin mendahului, membuat pengguna jalan menggerutu atas proyek itu, karena tidak adanya pengaturan arus lalulintas " ucap Uzi.
Bahkan, Seorang warga bernama ucok warga Kelurahan Pangkalan Dodek mengatakan dirinya hampir saja terjatuh saat melintasi jalan tersebut.
" Hampir saja aku jatuh Bang. Setahu aku tidak ada tumpukan tanah waktu siang, tapi malam ini aku lewat kok tiba-tiba sudah ada pula material disini" katanya sambil menunjuk kearah tumpukan.
(5VF)
