Salah satu akses jalan yang hancur di Desa Durian (foto/ MY)
Membangun tapi menghancurkan bangunan yang sudah ada seperti yang terjadi di Dusun Bogak Desa Durian Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara, Jalan Desa Durian tersebut hancur dilantak oleh Proyek lanjutan Peningkatan Ruas Jalan Pasir Putih Menuju Sei Rakyat (Batas Sergei) yang bernilai 2,8 Milyar.
Truck saat melintas membawa material proyek (foto /MY)
" Kita Mendukung Sepenuhnya Program Pemerintahan tapi jangan menghancurkan bangunan yang ada ketika mau membangun bangunan yang baru" tuturnya Rajagukguk.
Camat Medang Deras Syahrizal SH Ketika dijumpai Wartawan di Kantornya, Jumat (27/09/19) menuturkan hancurnya jalan Desa Durian akibat dilalui truk yang bermuatan melebihi tonase, dimana pada hari Rabu (25/09,19) Syahrizal juga telah menegur pihak rekanan kontraktor agar daya angkut dapat dikurangi supaya kerusakan jalan tidak bertambah parah lagi.
" Pihak Rekanan Kontraktor telah berjanji akan membenahi jalan yang telah rusak tersebut" ungkap Camat.
Spanduk himbauan agar truk melintas tidak melebihi tonase (foto /MY)
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Batu Bara Khairul ketika dihubungi melalui Via Selulernya menyampaikan terjadinya kerusakan jalan lemahnya pengawasan dari dinas yang terkait.
" Pengawasan oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Makanya timbangan orang tu yang dijaga karena setiap kendaraan truck melebihi tonase" ungkapnya Khairul.
Pada hari yang sama, Wartawan mencoba menghubungi Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara melalui Via Selulernya, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Batu Baru Sahala Nainggolan mengatakan bahwa dirinya lagi sedang rapat di Jakarta.
" Tanyakan aja di kantor " tutupnya Sahala.
(5VF)


