H. Elfi Haris, SH, M.Hum (No. 3 kiri) foto bersama dengan pengurus GPII Batubara (foto /MA)
BATU BARA, LintasTotabuan.com l
Ketua umum Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Ruspi Hasibuan, SHI, mengatakan, sedikitnya ada sepuluh orang Kader GPII yang akan turut berkompetisi dalam pemilihan kepala Desa serentak yang akan di gelar bulan November 2019 mendatang di Batubara.
Hal itu disampaikannya saat konferensi Pers di Kopi TM 100 Kecamatan Air Putih, Minggu (30/9/2019) kemarin.
" kita siap membantu sebatas upaya dan kemampuan GPII dan kita yang ada semua disini mungkin untuk mendorong kader pengurus ataupun anggota GPII yang akan mengikuti Pilkades mendatang, "katanya.
Ditempat yang sama, H. Elfi Haris, SH, M.Hum sebagai Dewan Syuro GPII menyampaikan, sebagai organisasi GPII juga bertanggung jawab untuk membantu memuluskan langkah baik itu sifatnya strategi, pemikiran dan jika perlu turun langsung ke masing masing desa untuk memonitor dan membantu pergerakan kader GPII yang turut berkompetisi dalam Pilkades.
" Sebenarnya untuk Pilkades, sesuatu yang sudah terukur sebenarnya, artinya kita dengan mudah tau bahwa DPT atau pemilih ditempat kita angka menang sekian. Kita harus punya data dan berapa suara kita yang harus menang untuk memenangkan pertarungan. Persoalannya sekarang, bagaimana kita dapat angka menang tersebut, "kata Elfi Haris
Menurut Elfi Haris pria kelahiran perupuk itu, Keluarga pastinya yang utama, tetapi walaupun memegang keluarga seratus persen di desa itu bukan tidak mungkin jika moment nya tidak pas, keluarga juga bisa jadi batu sandungan, orang akan mudah bilang keluarganya aja tidak mendukung, itu merupakan suatu titik lemah kita, kalau ada Keluarga yang tidak mendukung, "bebernya
Yang paling utama menurut Elfi Haris, kita harus tau apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat, karena kebutuhan masyarakat tiap desa itu berbeda atau tidak sama. Jadi dengan tau kebutuhan masyarakat kita dapat merancang program program yang menyentuh ke mereka.
" Gambaran umum tentunya ekonomi, cuman misalnya di desa indrayaman berbasis nelayan, di desa titi payung berbasis pertanian, kan begitu, jadi masuk dan program kita tidak sama. Walaupun sama sama membangun ekonomi tapi program yang ditawarkan tidak sama antara desa yang satu dengan desa yang lainnya, yang penting dapat menyentuh kepentingan masyarakat, "tambahnya.
Menurutnya lagi, Program dalam Pilkades ini harus benar benar menyentuh kepentingan masyarakat. jangan kayak anekdot begitu, ditawarkan program perbaikan jalan tetapi di desa tersebut jalannya sudah bagus semuanya.
" Yang paling sederhana, misalnya kita contoh mantan gubernur sumut Samsul Arifin, dia bilang aku akan membuat kalian kenyang, nyenyak tidur, sederhana aja, dengan bahasa yang sederhana tapi masyarakat bisa nangkap bahwa Samsul Arifin akan meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan masyarakat, agar teman teman dapat meramu ini, " katanya
Ditambahkannya lagi, Kalau bisa kita menawarkan kemasyarakat paling utama bagaimana kegiatan yang kita rancang dapat meningkatkan tarap hidup mereka, misalnya kalau anak muda ekonomi kreatif gitu, kalau anak muda disuruh buka warung tidak menarik bagi mereka, begitu sebaliknya orang tua kita suruh belanja online udah gak menarik juga bagi mereka.
" Ekonomi kreatif sangat bermanfaat bagi masyarakat kalau susah bahasa ekonomi kreatif, kita buat bahasa sederhana yang membuat warga setempat bisa faham, selamat berkompetisi, mudah mudahan semuanya berhasil jadi kepala desa, " tutupnya (MA)
