ads

10 Agustus 2019

Musda GPII Dibarengi Dialog Interaktif, Moderator Kesal

Musda GPII Dibarengi Dialog Interaktif, Moderator Kesal

BATU BARA, LintasTotabuan.com  l

Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Batubara menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) yang Ke I (satu) yang dibarengi oleh Dialog Interaktif, Sabtu (10/08/19) di aula Al Barokah Jln Lintas Sumatera Kecamatan Sei Suka, mengusung Tema " Revitalisasi Peran Ke Islaman Ke Indonesian Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Menuju Batu Bara Sejahtera Berjaya".

Ketua GPII Batu Bara, Rusdi Hasibuan SH.I dalam Sambutannya menyampaikan, Pemuda Islam harus bisa terus berkarya dalam membangun ukhuwah Islamiyah, selain itu, menurut nya, pemuda juga berperan dalam pembangunan, sebab Pemuda adalah salah satu komponen penting bangsa ini.

"perencanaan pembangunan suatu bangsa peran pemuda dibutuhkan", ungkapnya

Ketua KNPI Kabupaten Batu Bara Oky Iqbal Frima SE diwakili oleh Sekjen KNPI Batu Bara Abdul Khodir Simorangkir menyampaikan Kedudukan pemuda dalam suatu masyarakat sangat penting, Apalagi menurutnya, dalam era sekarang ini yakni era penuh dengan kompetisi, diperlukan pemuda yang terlatih dan semangat untuk meneruskan cita-cita pembangunan.

"peranan generasi muda dalam pembangunan sangat penting, artinya, bukan karena pemuda sebagai lapisan masyarakat paling besar tetapi yang paling penting adalah  potensi dan kreativitas generasi muda itu yang sangat diperlukan", tegasnya

DIALOG INTERAKTIF

Pada Dialog Interaktif  mengangkat Tema " Peran Pemuda dalam pembangunan kabupaten Batu Bara"

Sebagai Nara sumber : AKBP R.Simatupang SH, M,Hum (Kapolres Batu Bara) diwakili Kompol Hermansyah Putra SH M.Si, H.Elfi Haris SH. M,Hum (Tokoh Pemuda Batu Bara), Citra Muliadi Bangun SE (Anggota DPRD Batu Bara).

AKBP R.Simatupang SH, M,Hum (Kapolres Batu Bara) diwakili Kompol Hermansyah Putra SH M.Si mengatakan bahwa pemuda merupakan generasi muda yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia, dimana Pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa yang dapat merubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan ide – ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat, sesuai dengan UU RI No. 40 tahun 2009 Tentang Kepemudaan.

Citra Muliadi Bangun Anggota DPRD Batu Bara mengatakan ucapan Ir. Sukarno, beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia" kata Citra.

Citra menambahkan, pemuda memiliki peran mengontrol kebijakan pemerintah. Jangan sampai kata Citra, ketika pemerintah memberikan sesuatu, pemuda diam.

"pemuda mempunyai peran yang luar biasa, apa yang menjadi rancangan pemuda, pemerintah harus memberikan dukungan", ungkapnya

Menyinggung sedikit tentang TBUPP atas pertanyaan dari Peserta Dialog kepada Anggota DPRD Batu Bara Citra Mulia Bangun Menjawab bahwasanya TBUPP tidak di Anggarkan pada APBD  akan tetapi kedepannya akan dianggarkan sekitar 1 Milyar lebih pada anggaran berikutnya dan itu nantinya akan digodok didalam rapat DPRD Batu Bara.

Menurut Citra, Terbitnya TBUPP diduga terburu-buru karena baru beberapa bulan saja Zahir - Oky dilantik terbentuk lah TBUPP, sebenarnya terbitnya Perda TBUPP adalah hak dan wewenang dari Bupati.

Sebagai nara sumber ketiga, Elfi Haris SH M.Hum menuturkan dari pencapaian visi misi harus mencukupi SDM, SDA, Anggaran, Regulasi, Stabilitas, dia menilai di Kabupaten Batu Bara bisa dipastikan jumlah ASN Di Batu Bara kebanyakan, dimana dari sisi ketenagakerjaan boleh dikatakan Okey akan tetapi dari satu sisi mata anggaran ada kemungkinan pemborosan.

Menurutnya, jika masih adanya ASN yang masih bisa bermain HP dan sering masuk kantor terlambat, perlu adanya analisa beban kerja (ABK)

Elfi Haris menambahkan, pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat secara terus-menerus sehingga ekses negatif dapat dihindarkan.

Moderator Kesal

Sementara, Moderator Sari Darma Sembiring SE kepada wartawan menyampaikan kekesalan nya dikarenakan niatnya untuk menanyakan tentang tolak ukur serta indikator secara kualitatif dan kuantitatif kinerja tim TBUPP dikatakan berhasil atau tidak dalam percepatan pembangunan di kabupaten Batubara tidak terjawab dikarenakan ketua TBUPP Saiful Syafri Sipahutar berhalangan hadir.

"niat saya tadi mau bertanya apa saja metode yang akan digunakan oleh TBUPP di Batubara? Misalnya, analoginya adalah ketika kita dari Batubara hendak kemedan kita menggunakan metode apa, naik sepeda, naik motor, naik mobil, naik bus atau naik kapal laut agar cepat sampai ke kota medan, jawaban nya masih mengambang", kesalnya. (ltc)