Lampung Barat,Lintastotabuan.com --Diskominfo dan Humas Lampung Barat ikuti Lomba Kompas Gramedia Lampung Award 2019.
Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Barat mengikuti ajang Kompas Gramedia Lampung Award 2019 Kamis (22/8).
Acara yang digelar Forum Komunikasi Daerah (FKD) Kompas Gramedia Lampung yang terdiri dari Koran Kompas, Tribun Lampung, Tribunnews,Kompas TV, Kompas Online, Radio Sonora 96.0 FM, dan Toko Gramedia tersebut dilaksanakan di Tegal Mas Resort Kab.Pesawaran.
Acara tersebut dihadiri oleh 15 kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kota se Provinsi Lampung, Biro Humas Provinsi Lampung, para pimpinan media yang tergabung dalam Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Lampung.
M.Danang Harisueno, S.Ag,.MH selaku Sekertaris Kominfo yang mewakili Diskominfo Lampung Barat dalam presentasinya memaparkan 2 program di Bidang Pendidikan dan Kesehatan yaitu Program Seragam Gratis, Program Literasi Daerah, Program Beasiswa Kedokteran, dan program Ambulan Hebat.
Lebih lanjut Danang yang juga Ketua NU Lampung Barat tersebut dalan presentasinya mengatakan bahwa program inovasi tersebut merupakan program gebrakan Bupati dalam rangka keluar dari status Kabupaten tertingggal.
Dan alhamdulillah usahanya berhasil terbukti pada tanggal 31 Juli 2019, berdasarkan Keputusan Menteri PDTT Nomor 79 tahun 2019, Lampung Barat menjadi salah satu dari 62 daerah tertinggal yang terentaskan," katanya.
Dalam program seragam gratis, lanjut Danang, sasaran yang dicapai meliputi peserta didik baru dari tingkatan SD, MI,SLTP dan MTs dengan distribusi seluruh jenjang sekolah di tahun 2018 sebanyak 10.830 siswa dengan masing masing siswa baru mendapatkan satu stel seragam sekolah (merah putih/putih biru), satu stel seragam batik dan satu stel seragam pramuka.
Itu semua bertujuan untuk meringankan beban pembiayaan kepada orang tua peserta didik baru dalam hal pengadaan seragam sekolah serta dalam rangka peningkatan partisipasi pemerintah daerah dalam menyukseskan pendidikan nasional.
Untuk program Beasiswa Kedokteran lanjut Danang, pemerintah Lampung Barat di 2018 sudah memberikan beasiswa kepada 6 orang siswa siswi yg berprestasi yang masuk Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi negeri di seluruh indonesia, dan di 2019 ini ada 3 putra putri terbaik Lampung Barat yang mendapatkan beasiswa kedokteran tersebut,"katanya, dan Dewan juri pun memberikan apresiasi program ini..
Untuk program Literasi Daerah, dalam presentasinya kepada Dewan Juri menyampaikan bahwa Lampung Barat dengan jargon "Masyarakat Cerdas Melalui Membaca" baru baru ini sudah mendapatkan prestasi tingkat nasional dalam program Literasi yang diraih Pekon Padang Tambak.
Ketika ditanya apa kelebihan dari Literasi Daerah yang dilaksanakan oleh Lampung Barat, Danang mengatakan bahwa ada beberapa kelebihan diantaranya rotasi buku/silang layanan dan donasi, tersedianya Lamban Baca di 136 pekon/kelurahan dan adanya Pojok baca di setiap kantor,BUMD dan Rumah Sakit.
Ketika memaparkan program Ambulan Hebat, para Juri pun langsung terkesima dan mendesak dg berbagai pertanyaan, apa sasarannya, dan bagaimana teknis pelayanannya.
Dijelaskan secara rinci bahwa sasaran dari program ini adalah warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis dan memiliki identitas Lampung Barat, warga yang mengalami kecelakaan, keracunan, korban tindakan kriminal yang terjadi di wilayah Lampung Barat.
Dan yang paling istimewanya kata Danang bahwa Tim Ambulan ini jemput bola mendatangi si pasien di lokasi kejadian,tanpa harus menunggu waktu lama, dan itu semua gratis,"kata Danang.
Dari data jumlah cakupan pasien yang ditangani periode September - Desember 2018, pasin yang tuntas ditangani 297 pasien, dirujuk 427 pasien,sementara periode januari - Agustus 2019, penanganan secara tuntas 207 pasien, dirujuk 551 pasien.
Tim juri mengatakan akan menempatkan Tim dari Tribun Lampung di Lampung Barat untuk menguji kebenaran hasil presentasi tersebut.
Dalam kegiatan penilaian inovasi tersebut, Tim Lampung Barat juga mengikut sertakan Tim Dari OPD yaitu Despaniar SE MM (kasi pengolahan layanan dan pelestarian Dinas Perpustakaan), Supriono S.Kep ( Kasubag Perencanaan Dinas Kesehatan), Adiansyah Gunawan,S.I.Kom (Kasubag publikasi Humas), Mashuri,S.Pd.SD ( Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Sumarmi, S.Ip ( Dinas Perpustakaan dan Kearsipan), dan staf teknis lainnya.(Diskominfo)
Berita Lampung
Lampung Barat
Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Barat mengikuti ajang Kompas Gramedia Lampung Award 2019 Kamis (22/8).
Acara yang digelar Forum Komunikasi Daerah (FKD) Kompas Gramedia Lampung yang terdiri dari Koran Kompas, Tribun Lampung, Tribunnews,Kompas TV, Kompas Online, Radio Sonora 96.0 FM, dan Toko Gramedia tersebut dilaksanakan di Tegal Mas Resort Kab.Pesawaran.
Acara tersebut dihadiri oleh 15 kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kota se Provinsi Lampung, Biro Humas Provinsi Lampung, para pimpinan media yang tergabung dalam Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Lampung.
M.Danang Harisueno, S.Ag,.MH selaku Sekertaris Kominfo yang mewakili Diskominfo Lampung Barat dalam presentasinya memaparkan 2 program di Bidang Pendidikan dan Kesehatan yaitu Program Seragam Gratis, Program Literasi Daerah, Program Beasiswa Kedokteran, dan program Ambulan Hebat.
Lebih lanjut Danang yang juga Ketua NU Lampung Barat tersebut dalan presentasinya mengatakan bahwa program inovasi tersebut merupakan program gebrakan Bupati dalam rangka keluar dari status Kabupaten tertingggal.
Dan alhamdulillah usahanya berhasil terbukti pada tanggal 31 Juli 2019, berdasarkan Keputusan Menteri PDTT Nomor 79 tahun 2019, Lampung Barat menjadi salah satu dari 62 daerah tertinggal yang terentaskan," katanya.
Dalam program seragam gratis, lanjut Danang, sasaran yang dicapai meliputi peserta didik baru dari tingkatan SD, MI,SLTP dan MTs dengan distribusi seluruh jenjang sekolah di tahun 2018 sebanyak 10.830 siswa dengan masing masing siswa baru mendapatkan satu stel seragam sekolah (merah putih/putih biru), satu stel seragam batik dan satu stel seragam pramuka.
Itu semua bertujuan untuk meringankan beban pembiayaan kepada orang tua peserta didik baru dalam hal pengadaan seragam sekolah serta dalam rangka peningkatan partisipasi pemerintah daerah dalam menyukseskan pendidikan nasional.
Untuk program Beasiswa Kedokteran lanjut Danang, pemerintah Lampung Barat di 2018 sudah memberikan beasiswa kepada 6 orang siswa siswi yg berprestasi yang masuk Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi negeri di seluruh indonesia, dan di 2019 ini ada 3 putra putri terbaik Lampung Barat yang mendapatkan beasiswa kedokteran tersebut,"katanya, dan Dewan juri pun memberikan apresiasi program ini..
Untuk program Literasi Daerah, dalam presentasinya kepada Dewan Juri menyampaikan bahwa Lampung Barat dengan jargon "Masyarakat Cerdas Melalui Membaca" baru baru ini sudah mendapatkan prestasi tingkat nasional dalam program Literasi yang diraih Pekon Padang Tambak.
Ketika ditanya apa kelebihan dari Literasi Daerah yang dilaksanakan oleh Lampung Barat, Danang mengatakan bahwa ada beberapa kelebihan diantaranya rotasi buku/silang layanan dan donasi, tersedianya Lamban Baca di 136 pekon/kelurahan dan adanya Pojok baca di setiap kantor,BUMD dan Rumah Sakit.
Ketika memaparkan program Ambulan Hebat, para Juri pun langsung terkesima dan mendesak dg berbagai pertanyaan, apa sasarannya, dan bagaimana teknis pelayanannya.
Dijelaskan secara rinci bahwa sasaran dari program ini adalah warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis dan memiliki identitas Lampung Barat, warga yang mengalami kecelakaan, keracunan, korban tindakan kriminal yang terjadi di wilayah Lampung Barat.
Dan yang paling istimewanya kata Danang bahwa Tim Ambulan ini jemput bola mendatangi si pasien di lokasi kejadian,tanpa harus menunggu waktu lama, dan itu semua gratis,"kata Danang.
Dari data jumlah cakupan pasien yang ditangani periode September - Desember 2018, pasin yang tuntas ditangani 297 pasien, dirujuk 427 pasien,sementara periode januari - Agustus 2019, penanganan secara tuntas 207 pasien, dirujuk 551 pasien.
Tim juri mengatakan akan menempatkan Tim dari Tribun Lampung di Lampung Barat untuk menguji kebenaran hasil presentasi tersebut.
Dalam kegiatan penilaian inovasi tersebut, Tim Lampung Barat juga mengikut sertakan Tim Dari OPD yaitu Despaniar SE MM (kasi pengolahan layanan dan pelestarian Dinas Perpustakaan), Supriono S.Kep ( Kasubag Perencanaan Dinas Kesehatan), Adiansyah Gunawan,S.I.Kom (Kasubag publikasi Humas), Mashuri,S.Pd.SD ( Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Sumarmi, S.Ip ( Dinas Perpustakaan dan Kearsipan), dan staf teknis lainnya.(Diskominfo)

