BATU BARA, LintasTotabuan.com l
Penantian demi penantian yang menjadi tanda tanya bagi masyarakat kini semakin mendekati titik terang dalam pelaksanaan Pilkades yang sempat tertunda, kini terjawab sudah.
Bupati Batu Bara Ir H Zahir, MAP melalui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Ka.BPMPD) Kabupaten Batu Bara Muhammad Nasir, S, Sos, Senin (29/07/19) saat ditemui wartawan, di kantor DPRD Batu Bara mengatakan pilkades serentak dipastikan akan dilaksanakan akhir Oktober mendatang menggunakan sistem manual (coblos).
"Pilkades serentak di ikuti 109 Desa Se Kabupaten Batu Bara akan digelar setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI (Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin) " tutur Nasir.
Menurut Nasir, Diperkirakan akhir Oktober 2019 mendatang akan dilaksanakan dengan sistem manual, dimana Soal penetapan hari dan tanggal masih menunggu petunjuk Bupati Batu Bara.
Rencana sebelumnya pemilihan Pilkades akan mengunakan sistem e-Voting, Hal itu disinggung wartawan ketika konfirmasi kepada Ka.BPMPD Batu Bara, Dikatakan Nasir bahwa Sistem elektronik tersebut gagal dilaksanakan, sebab akan berdampak berbagai kendala seperti akan menyita waktu untuk sosialisasi kepada petugas maupun kepada masyarakat. Begitu pula tentang pendanaannya.
" Pelaksaannya kalau secara manual di 109 Desa maka diperkirakan hanya menelan biaya sekitar Rp 3,6 miliar, kalau sistem e-Votting maka akan menghabiskan dana jauh lebih besar", terang Muhammad Nasir.
Lanjutnya Nasir, Pemerintahan Kabupaten Batu Bara sudah menyusun agenda sehingga nantinya pesta demokrasi masyarakat ditingkat desa tersebut dapat digelar dengan sukses.
Nasir berharap, dalam pelaksanaan Pilkades serentak nantinya bisa berjalan kondusif serta melahirkan pimpinan desa yang amanah, Dimana, Pemimpin Desa menjadi ujung tombak dalam upaya mewujudkan visi misi pembangunan serta program kerja Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Zahir-Oky.
(5VF)
