BATU BARA, LintasTotabuan.com l
Memasuki musim panen pertanian cabe merah dengan Luas areal kurang lebih 450 Ha di Desa Lubuk Cuik secara bertahap sampai kurang lebih satu dasawarsa yang menunjukkan bahwa daerah lubuk cuik sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan agribisnis cabai merah.
Hal itu di katakan Bupati Batu Bara Ir.H.Zahir,M.AP pada acara Panen Raya Cabe Merah di di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Selasa (16/7/19).
Lanjutnya Bupati, Komoditi cabai hanya salah satu produk bahan pangan yang dihasilkan di Batu Bara. Artinya, masih banyak komoditi lain yang apabila dibina dan dikembangkan dapat diandalkan untuk mensuplay pasar kebutuhan pangan di Provinsi Sumatera Utara dan Nasional seperti : Beras, Mentimun, Terong, Telur Bebek, Ikan, Kepiting, Udang termasuk Buah Durian.
Dimana, Pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia hampir setiap tahun dihadapkan pada gejolak harga cabai merah yang terulang setiap tahunnya, sehingga dituntut untuk selalu waspada mengingat cabai merah hampir selalu menjadi pemicu inflasi.
Di Batu Bara terdapat ribuan petani yang terlibat dalam budidaya cabai merah. Di Desa Lubuk Cuik ada sekitar 900 KK. Secara teknologi budidaya, mereka cukup mumpuni.
Namun secara manajemen pertanaman sampai pemanenan hingga pasca panen dan pemasaran masih butuh pendampingan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berencana akan menargetkan hasil panen cabe dikabupaten Batu Bara yang terbanyak dan akan membangun pabrik sambal di Desa Lubuk Cuik.
"Saya butuh tanah sekitar 2 hektar. Disitu akan dibangun pabrik sambal" katanya Edy.
Selain membangun pabrik sambal, ia juga meminta kepada Bupati untuk segera membentuk koperasi.
"Saya setuju adanya koperasi. Segera koordinasi dengan bupati. Kepada Dinas Koperasi segera bentuk koperasi disini. Bergerak secara menyeluruh. Petani nanti menjual cabai ke koperasi, yang membiayai petani bukan Bank atau rentenir, tetapi koperasi" tambahnya Edy.
Dalam kunjungan itu, Gubsu mengaku baru mengetahui terdapat lahan cabai di Batu Bara dengan seluas mungkin..
Pastikan jangan ada pengalihan lahan pertanian, Tak boleh petani susah yang pasti petani harus makmur.
Turut hadir dalam acara ini Gubernur Sumut, Kadis Pertanian Provsu, Kepala Bank Indonesia Perwakil Provsu, Bupati Batu Bara, Wakil Bupati Batu Bara, Forkopimda, Kepala OPD BatuBara, Para Camat, Kades, dan Para Undangan.
