ads

08 Juni 2019

  • Follow us

DIDUGA LALAI DALAM MENJALANKAN TUGAS ,LIMA NAPI TULANG BAWANG BERHASIL MELARIKAN DIRI

DIDUGA LALAI DALAM MENJALANKAN TUGAS ,LIMA NAPI TULANG BAWANG BERHASIL MELARIKAN DIRI

LintasTotabuan.com, TULANG BAWANG – Diduga Lemah serta lalai dalam menjalankan Tugas dan Pungsinya para Oknum Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tulang Bawang mengakibatkan para ke lima napi melarikan diri dari jejuri besi rutan blok A, bagian kriminal.

Aksi nekat yang dilakukan para anak tahanan kelas II B, Rutan Menggala, dengan cara melakukan pemotongan tralis menggunakan gergaji besi, dan diperkirakan terjadi subuh sekitar Pukul : 04.00. wib kamis (6/6).

Hal ini benar ucap ‘Tri Purwanto Sh, kepada grup Forum Pers Indipenden Indonesia (FPII) Tulang Bawang (Tuba) saat dihubungi telp, kejadian tersebut sudah masuk tiga malam ini, dan pihak Lapas (LP) Tuba, telah memberitahukan pimpinan, dan telah berkoordinasi dengan pihak hukum Polres Tulang Bawang untuk mencari oknum tersebut.

Sampai saat ini pencarian terus dilakukan, dan upaya kerja keras pihak hukum polres tuba telah menangkap, empat orang dari kelima pelaku yang melarikan diri, dari jeruji Lapas Tuba, adapun nama para napi berinisial SN, JN, MM, dan AG.

Sedangkan salah satu oknum berinisial AT, masih dalam pengejaran para petugas “tutupnya.

Ungkapan Berbeda Ketua Lembaga Masyarakat (LSM), LIR_TUBA ‘Junaidi Ar, kepada pihak publik, sangat disayangkan kembali terjadi, pada bulan Febuari tahun 2019 1 (satu) orang tahanan bernama BASUKI berhasil kabur lalu kini napi kembali kabur dari rutan Menggala kelas II B, hal ini tentunya memicu reaksi masyarakat.

“Dengan adanya tahanan atau napi rutan yang kabur dari tahanan maka pihak rutan menggala kelas II B harus tegas mengakui bahwa mereka tidak sigap dan cekatan dalam melakukan pengawasan terhadap warga binaannya, mengingat hal serupa kini kembali terulang lagi namun tidak terekspose secara luas sehingga terkesan ada kalalaian yang dilakukan oleh Oknum Para Petugas Rutan dan terkesan ditutup-tutupi.

Menurut Ketua Lir_Tuba ” Junaidi Ar, Kaburnya napi menandakan fungsi rutan sebagai sarana untuk membina dan memicu warga binaan rutan untuk menjadi orang yang sadar hukum justru tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Hal ini begitu terkesan sangat sia-sia Negara RI, membayar gaji dan tunjangan bagi para pegawai rutan. Pegawai-pegawai yang diberi tugas menjalankan pembinaan dan pengawasan terhadap para napi atau tahanan justru berujung pada kejadian tahanan kabur dari rutan.

“Junaidi Ar, menambahkan perlu ada tindakan tegas serta Sanksi dari seorang Kepala Lapas Kelas II B Tuba, kepada bawahannya yang dianggap terkesan “Lalai” dalam melakukan Pengawasan pungsi pembinaannya yang mengakibatkan “napi kabur” agar masyarakat dan pihak-pihak terkait turut mengetahui.

Mengingat pentingnya persoalan ini dimuntahkan kepihak publik, dirinya akan mengagendakan waktu untuk menemui Kepala Lapas Kelas II B Tulang Bawang ” tutupnya.

( Meri / Husin  )