Batu Bara, LintasTotabuan.com I
Perusahan PT Inalum (Persero) yang berdiri dari tahun 1976 hingga kini tahun 2019 telah mencapai 43 tahun dan sekarang menjadi Holding Industri Pertambangan, ulang tahunnya yang ke 43 mengusung tema "Berkarya, Bersinergi dan Mendunia".
Komisaris Utama Inalum Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan bahwa setelah Inalum menjadi Holding Industri Pertambangan, dianggap mampu untuk menjadi perusahaan Aluminium yang lebih besar.
“ Inalum setelah 5 tahun diambil alih dari konsorsium Jepang mampu mencapai aset Rp. 162 Triliun, bukan tidak mungkin dalam waktu 5-10 tahun ke depan INALUM mampu masuk ke dalam jajaran Perusahaan Fortune Global 500, ” ungkap Agus.
Sementara, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi Inalum saat ini pasca menjadi Induk Holding Industri Pertambangan asetnya telah meningkat.
“Saat ini aset Inalum telah mencapai sekitar Rp 162 Triliun, nilai ini jauh meningkat dari saat baru menjadi BUMN yaitu sekitar Rp 23 Triliun." jelas Budi dalam Pidatonya di Recretion Hall Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka Batubara, Sabtu (02/02/2019)
Selain itu, lanjutnya Direktur Utama Inalum bahwa saat ini Inalum telah diberikan 3 mandat oleh pemerintah yaitu Mengelola Cadangan Mineral Strategis, Memperkuat Hilirisasi dan Menjadi Perusahaan Kelas Dunia.
Dimana, pada tahun 2018 Inalum juga telah menyalurkan bantuan CSR & PKBL sebesar Rp 32 Miliar, menyalurkan Bantuan Bedah
Rumah dan Rehabilitasi Lahan Kritis di Daerah Tangkapan Air Danau Toba. Harapan Budi Gunadi Sadikin pohon yang sudah ditanam jangan ditebang agar Tinggi Muka Air Danau Toba dapat terus terjaga demi keberlangsungan operasional Inalum.(5VF)
