ads

04 Februari 2019

BPBD Batu Bara Pelajari Anjloknya Jembatan Penghubung Kecamatan Medang Deras Ke Bandar Khalifah

BPBD Batu Bara Pelajari Anjloknya Jembatan Penghubung Kecamatan Medang Deras Ke Bandar Khalifah


Batu Bara, LintasTotabuan.com  I

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara Muhammad Nasir Yohanan mengatakan, akan segera mempelajari anjloknya jembatan penghubung Kecamatan Medang Deras Batu Bara menuju Kecamatan Bandar Khalifah Sergei apakah murni bencana ataukah musibah supaya cepat diperbaiki.

"nanti kita akan pelajari dulu, kalo memang itu murni bencana, kita akan surati Pemkab melalui Bupati agar dinyatakan dalam status tanggap darurat, dan jika itu tidak ada kaitannya dengan musibah ataupun bencana barang kali perbaikanya bisa diusulkan melalui dana Rutin dinas PUPR”. Ungkap Nasir seperti yang dilansir Kontra.id, Senin (04/02/2019)

Informasi yang berhasil dihimpun, Runtuhnya Jembatan penghubung jalan utama menuju kabupaten Serdang Bedagai dan tebing tinggi diketahui, Senin (04/02/2019) pagi, diduga akibat tidak kuatnya pondasi jembatan karena sudah puluhan tahun berdiri kokoh.

Pada saat kejadian jembatan titi satu (sebutan warga-red) anjlok bermula, ada satu unit kendaraan mobil Truck pengangkat pasir yang tengah melintas. Mobil tersebut ikut terjun ke bawah jembatan. Beruntung sang supir berhasil menyelamatkan diri dari maut saat kejadian anjloknya jembatan itu, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Akibat dari jembatan anjlok itu, warga dari kedua kecamatan yang akan melintas pun terpaksa harus memutar arah yang lebih jauh. Warga yang sehari-hari beraktifitas menggunakan jembatan itu berharap agar ada penanganan yang cepat dari pihak pemerintah daerah.

Camat Medang Deras, Ramlis SH Berharap kepada Bupati Batu Bara Zahir  untuk segera memperbaiki jembatan anjlok tersebut dengan meminta anggaran rutin maupun dana yang berasal dari dana tanggap darurat untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab selain mengganggu akses transportasi robohnya jembatan ini juga berdampak pada perekonomian warga yang kini mulai terancam.


“sudah tidak bisa ditunda lagi, pemerintah bersama masyarakat harus sama sama melakukan evaluasi, mapping jembatan-jembatan yang sudah berumur lebih dari 20-25 tahun,” Terang Ramlis (ltc)