Batu Bara, LintasTotabuan.com I
Bupati Kabupaten Batubara Ir H Zahir M.Ap mengunjungi rumah tidak layak huni (Rutilahu) di dusun melayu Desa Perkotaan Kec. Air Putih Kabupaten Batubara, Sumut, Kamis (24/01/2019)
Rumah warga yang dikunjungi adalah kediaman Norman, Kehidupan pria yang tinggal di rumah tak layak huni itu yang sempat viral di media sosial.
Kedatangan Bupati Zahir didampingi Camat Air Putih Riyadi, Camat Sei Suka Arif dan perangkat Desa Perkotaan.
Menerima kunjungan orang nomor satu di Pemkab Batubara, Norman pun mengisahkan kehidupannya kepada Bupati Zahir.
“Saya sehari hari kerjanya mocok-mocok Pak. Kalo ada yang ngajak motong pohon, mencangkul, bertukang apa saja yang bisa dikerjakan, yang penting bisa dapat makanlah Pak,” beber Norman pada Zahir.
Norman mengatakan bahwa selama ini dia memang sudah memiliki Kartu BPJS Kesehatan dan masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), karena ada anaknya yang masih sekolah serta mendapat beras dari e-warung sebagai program pengganti Rastra (Raskin).
Rumah yang dihuninya saat ini, menurut Norman berdiri di atas tanah milik adiknya Nurliati. Di gubuk kecil itu, ada 10 orang anggota keluarga yang mengharapkan bisa berteduh di sana.
Mereka itu adalah Norman dan istrinya Watini serta anak mereka Ayu Pratiwi (20), Dedek Setiawan (16) yang masih sekolah.
Selain itu, rumah tersebut juga dihuni adiknya Bambang, Mulianto dan empat cucu Norman–tiga di antaranya piatu–ibunya meninggal sedang ayahnya pergi entah ke mana dan ibu Norman, Ngadiem (78). Kesemua anggota keluarga itu menurut Norman menjadi tanggungannya.
Norman juga mengatakan sempat berusaha untuk membangun rumah di tanahnya sendiri tak jauh dari kediamannya sekarang ini. Namun, karena kondisi ekonomi yang terbatas, akhirnya Norman lebih mengutamakan untuk belanja sehari-hari.
Jadi selama itu, menurut Norman, mereka terpaksa bertahan di rumah tak layak huni tersebut. Dia pun mengaku sudah dua tahun sudah tidur di atas dipan luar rumah dengan berdinding tabis spanduk bekas serta beralas tikar.
Bupati Zahir yang mendengar cerita Norman merasa terharu dan berjanji akan segera mengupayakan bantuan.
“Nantinya persoalan RTLH segera kita atasi, sehingga angka kemiskinan dapat berkurang. Kita atensi masalah Pak Norman ini dengan dana di luar APBD,” terang Zahir.
Menurut Zahir, jika menggunakan APBD, pemerintah harus mengikuti aturan penggunaan keuangan yang ada dan harus ekstra hati hati. Hal itu mungkin memakan waktu yang cukup lama.
“Masalah ini akan dicarikan solusinya tanpa menggunakan dana pemerintah ,” kata Zahir.
Sebelum pulang, warga menyempatkan diri untuk fhoto bersama Bupati Zahir yang mendapat perhatian warga sekitar. Setelah itu Bupati memberikan santunan kepada keluarga Norman dan berharap jika memang nanti bantuan datang, rumah itu agar dirobohkan, agar tidak menjadi anggapan negatif. (ltc)
