ads

05 Desember 2018

Warga Resahkan Keberadaan Warung Tuak

Warga Resahkan Keberadaan Warung Tuak
Rapat diaula kantor Desa Pakam antara pemilik Cafe tuak bersama warga,  Rabu 05/12/2018 (fhoto/dok.am)


Batu Bara,LintasTotabuan.com- Warga Dusun Pematang Pasir Desa Pakam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Sumatera Rabu 05/12/2018 kembali melaporkan merebaknya cafe tuak ditempat mereka kepada Pj Kades Pakam.

Pada rapat itu masing masing dari warga meminta aparat hukum maupun pejabat setempat untuk segera menutup cafe yang meresahkan Masyarakat.

Keresahan terjadi disebabkan pemilik cafe tidak pernah mengindahkan saran Masyarakat sekitar cafe.

Menurut warga selain menjual tuak dan minuman keras pemilik cafe juga menyediakan wanita penghibur dengan menyediakan kamar sewa sebesar Rp 20 ribu dan memutar musik dengan sangat keras sehingga menggangu waktu istirahat mereka.

Ernawati (38) warga setempat sangat merasa terganggu keberadaan cafe tuak tersebut " terganggu kali kami pak, cobalah tiap malam musik berdentum keras" katanya.

Lukman (30) Kadus Pematang Pasir Rabu 05/12/2018 dikantor Desa  Pakam mengatakan rapat yang digelar sudah puluhan kali namun sampai sekarang belum juga ada tanda tanda akan ditutupnya cafe yang dimaksud.

Lanjutnya jika masih juga beroperasi pihaknya bersama Satpol PP akan menutup paksa cafe yang meresahkan itu " Satpol PP sudah stand by turun jika kami laporkan masalah cafe ini karena sudah banyak kali rapat namun pengelola cafe nya bandal" ujarnya.

Pemilik cafe bernama Dadang dan isterinya Suriani hari ini terlihat marah marah dan mengamuk saat rapat dikantor tersebut dengan nada tinggi " biar kami datang aja kekantor ini untuk minta makan" teriaknya.

Masih ditempat yang sama didalam ruangan Pj Kades Pakam Sarifuddin SH mengatakan sebanyak 6 cafe yang ada hanya 1 cafe yang masih membandal " yang pasti akan kami tutup" pungkasnya

Dalam hal ini warga mengharapkan kepada Pemerintah dan aparat terkait supaya segera melakukan tindakan tegas kepada pemilik cafe karena dikhawatirkan akan terjadi tindakan anarkis warga.(AM)