Batu Bara, LintasTotabuan.com-Komunitas Insan Tradisional Olahraga (KITO) menggelar festival Layang-layang dan olahraga tradisional Batu Bara tahun 2018 yang dimeriahkan oleh warga Malaysia dan Singapure, Sabtu (8/12/18) di Pantai Jono (Perjuangan) Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara.
Ketua Panitia KITO, H.Musthofal Akhyar S.Pd menyampaikan dalam Menumbuh kembangkan minat serta bakat para generasi muda terhadap budaya seni olahraga tradisional dalam bermain layang-layang dikarenakan permainan layang-layang dan olahraga tradisional sudah hampir pupus dan kini digali serta digarap kembali.
" Perkembangan jaman banyak dampaknya pada generasi muda, kita gali kembali budaya seni layang-layang dan olahraga tradisional" Tuturnya
Musthofal menambahkan, dibuatnya perlombaan layang-layang diarena pada objek wisata agar dapat diketahui oleh masyarakat luas dan bagi peminat wisata dapat mengunjunginya, " Ya, bagi pengelola pantai dapat mengembangkan serta menata wisata yang ada dan membuat rasa nyaman bagi pengunjung" ujarnya.
H. Elfi Haris SH, M.Hum sebagai pembina KITO mengatakan supaya permainan-permainan tradisional yang terdahulu telah banyak dilupakan, dan sekarang akan diangkat kembali permainan layang-layang dan olahraga tradisional, karena ada nilai istimewa dan lebih pada pemain tradisional yang hampir punah pada jaman Modren saat ini.
"Ada nilai toleransi, kerjasama, tolong menolong dipermainan tradisional layang-layang ini". kata Elfi.
Elfi Haris berharap kegitan event festival layang layang dan olahraga tradisional tersebut terus berkelanjutan, masyarakat bisa mengingat kembali permainan tradisional seperti permainan layang-layang yang hampir punah, selain itu, dapat membangkitkan giat para pemuda agar tidak cenderung bermain sendirian (menghadap Hp) saja, tidak memikirkan orang lain dan empatinya kurang.
" Kita Khawatir kalau terus sendirian akan dekat pada narkoba dan hal-hal yang negatif, dikalau ada rasa bersama dan kerjasama terdahap permainan tradisional maka hal yang negatif dan narkoba dapat terhindari" harapnya
Kegiatan festifal layang-layang tersebut dibantu oleh Pihak perusahaan Inalum, Multi mas dan yang lainnya, disamping itu kerjasama yang terjalin belum semaksimal mungkin, kata elfi.
Rudi Ridanldi S.Sos MAP menjabat Sekretaris Dispora Provsu mengatakan mengapresiasi terhadap kegiatan layang-layang yang dilaksanakan oleh panitia, bahwa kegiatan tersebut mengedukasikan bagi generasi muda agar terus berkarya.
Dimana, terlihat banyaknya edukasi-edukasi yang bisa membantah kondisi sekarang ini seperti Narkoba, dimana anak-anak remaja individualistis dengan genjetnya hingga kurang bersoalisasi dengan adanya kegiatan permainan layang-layang dapat menyita waktunya karena permainan tersebut bisa kerjasama, gerak badan. " Kita berharap agar kegiatan seperti ini terus berkesenambung serta peran generasi muda sangat diharapkan" tutupnya Rudi.
Menurut, Norsharizah abd hamid(Malaysia) didampingi oleh leong kwong(Singapure), Suryantoro, Sukania Sukandar, Mohd Nasir, Rakhmat prawijaya, Dede febriyanto, para pemain layang-layang(juara), Sabtu(08/12/18) dikonfirmasi Wartawan mengatakan bahwa kegiatan ini sedikit kurangnya Promosi, dimana terlihat dari pengunjung yang hadir, bahkan anak-anak juga kurang minat permainan tradisional maupun modren dipermainan layang-layang,
"Anak-anak harus dididik(Whortshop),
Bisa juga ditumbuhkan aktivitas disekolah dan membuat satu club" ungkapnya Norsharizah.
(5VF)
