*SIDOARJO* - Selasa, (17/07). Sidoarjo merupakan kota pendukung bagi Surabaya dan mempunyai fungsi sangat vital. Bahkan dengan berdirinya beberapa industri besar di sini, Sidoarjo sudah ikut jadi bagian dari industri berskala nasional”, Ujar Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, S.H.
Dengan banyaknya UKM dan sentra industri berbasis UKM di kota ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mendorong bangkit dan berkembangnya UKM.
Jika mencermati data-data tentang Sidoarjo, tepatlah kota ini dicanangkan sebagai “Kota UKM Indonesia”. Bagaimana tidak, di kabupaten seluas 591,59 kilometer persegi yang dibagi menjadi 18 kecamatan ini, terdapat 171.264 usaha yang terbagi menjadi usaha besar 16.000 usaha, 154.891 usaha mikro dan usaha kecil menengah sebanyak 154.
Selain itu ada sekitar 82 sentra industri yang tumbuh dan ditambah lagi sekitar 11 kampung usaha (Kampoeng Batik, Kampoeng Jajanan, Kampoeng Bebek, Kampoeng Krupuk, Kampoeng Sepatu, Kampoeng Sayangan, Kampoeng Lele, Kampoeng Jamur, Kampung Ikan Asap dll).
Namun, pada tahun 2017 pengangguran yang pada 2017 ini mencapai 4,9 persen atau kisaran 112.000 orang dari total sekitar 2,3 juta penduduk Sidoarjo.
Nur Ahmad mengatakan sebagai representasi ekonomi rakyat UMKM bisa menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi Sidoarjo memiliki lebih dari 206.000 UMKM berbagai jenis yang sangat potensial.
"Bahkan untuk tingkat nasional, UmKM bisa menyerqp 90 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi 58 persen produk bruto nasional. Sidoarjo sebagai Kota UMKM di Jatim bisa menjadi solusi tak hanya untuk masalah pengangguran tapi juga peningkatan ekonomi," kata Nur Ahmad.
Tingginya angka pengangguran di Sidoarjo ini disebabkan banyaknya lulusan sekolah yang tak melanjutkan pendidikan. Nur Ahmad menerangkan pihaknya bakal memberikan pembekalan keahlian melalui pelatihan maupun kursus. "Agar mereka memiliki keterampilan," ujarnya.
Selain pemantapan UMKM Solusi untuk menurunkan angka pengangguran adalah, pihaknya juga bakal rutin menggelar Bursa Kerja Terbuka (BKT) untuk penyaluran pengangguran terbuka. Sebagai salah satu kota industri, Sidoarjo memiliki tak kurang dari 16.000 perusahaan.
Red : Elisa Indah Suryani (Mahasiswi Prodi Administrasi Publik FISIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
