Batu Bara, LintasTotabuan.com - Warga Desa Medang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara kecewa terhadap pelaksanaan pembangunan proyek lapen jalan di desa itu yang dikerjakan diduga tak sesuai aturan dan terkesan asal jadi.
Pantauan dilapangan minggu (22/07/2018) sepanjang jalan proyek pengerjaan lapen jalan di Desa Medang tersebut tidak terlihat plang proyek, aparat desa seperti kepala dusun ikut dalam pengerjaan nya.
Salah satu warga desa Medang yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan lintastotabuan.com mengatakan, awalnya dia merasa senang dengan pembangunan proyek jalan tersebut, karena pelaksanaan pengerjaan nya tidak sesuai dengan harapan, warga lainnya pun berbalik dan merasa kecewa terhadap pekerjaan jalan itu karena pekerjaannya dianggap amburadul.
Mereka juga menduga pekerjaan pada proyek jalan tersebut asal jadi karena ingin meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa mengindahkan aspek lingkungan penduduk sekitar.
"Masyarakat banyak ngeluh bang, soal nya batu pecah di padat kan dan cuman dikasih Ter, kok kampung kita yang aspal nya jelek dan tipis, Kalau kayak gini mutunya paling kuat empat sampai lima bulan udah hancur bang". kesalnya
Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, sebentar saja akan terjadi keretakan- keretakan dibeberapa titik karena belum maksimal pengerasan jalannya dilakukan.
“dalam hal ini kami sebagai warga desa ini sangat kecewa dengan mutu pekerjaan proyek jalan di desa kami dan saya berharap masalah ini ditanggapi dengan serius oleh Pemkab Batu Bara terutama dinas terkait, kalau memang adanya indikasi korupsi dalam pengerjaan proyek jalan itu”. geramnya.
Sementara itu, salah satu sumber ditempat tersebut ketika ditanya wartawan mengatakan bahwa, dana pengerjaan proyek jalan itu bersumber dari dana Desa. " untuk pengerjaan lapen jalan ini bersumber dari dana desa". katanya mengakhiri
Ditempat terpisah, ketua koordinator dewan pimpinan daerah lembaga swadaya masyarakat pemantau penyalahgunaan peraturan pemerintah dan aset negara (DPD-LSM-P4AN) Batu Bara, Muhammad Amin ketika dikonfirmasi melalui seluler berharap agar pengerjaan proyek jalan yang di lapen di desa medang tersebut segera diaudit.
"saya harap supaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara melalui dinas terkait agar terjun kelapangan secara langsung untuk menyaksikan hasil pekerjaan lapen itu, dan bila perlu audit pengerjaan nya apakah sudah sesuai”.pungkasnya. (ltc.021)

