BATU BARA, LintasTotabuan.com - Riduan (40) penduduk Desa Medang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara tergolong Warga miskin yang hendak mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri Satu Medang Deras (SMANSA MD) kecewa.
Soalnya anaknya bernama Muhammad Suwandi ditolak pihak sekolah menjadi Calon peserta didik baru dari jalur miskin.
Hal ini terungkap pada saat ibunya Suwandi bernama Ani (38) hendak memasukkan sarat sarat pendaftaran disekolah yang dimaksud Kamis 28/08/2018.
Padahal Surat Keterangan Miskin (SKTM) dari Pemerintahan Desa dan ditanda tangani Camat Medang Deras sudah dilampirkan " saya masukkan pendaftaran ke SMA Negeri Satu ini untuk anak saya Suwandi dari jalur miskin dengan melampirkan SKTM tapi langsung tidak diterima, apakah kami orang miskin tidak punya kesempatan untuk sekolah disini" tanya ibu Suwandi dihalaman sekolah yang dimaksud.
Ditanya kenapa dirinya mendaftar anaknya dari jalur miskin, Ani menjawab karena Nilai Ebtanas Negeri (NEM) anaknya tergolong rendah " anak saya tidak mau sekolah ditempat lain pak, karena saya lihat NEM anak saya rendah, saya takut anak saya tidak sekolah, makanya saya daftarkan anak saya dari jalur miskin" jawabnya sedih dengan menitikkan air mata.
Pada hari yang sama Kepala Sekolah (Kasek) SMANSA MD melalui Tata Usaha sekolah bernama Hamidah membenarkan pihaknya menolak nama tersebut " saya yang menolaknya" tegas Hamidah.
Ditanya apa alasan penolakan, dirinya menjawab karena nama yang dimaksud tidak terdaftar pada Dinas Sosial " sesuai dengan Juknis, kami hanya menerima calon peserta Didik yang mempunyai kartu KIP atau sejenisnya" jawabnya sepele.
Saat itu juga, Suwandi calon Peserta Didik Baru yang ditolak pihak sekolah itu mengatakan dirinya sangat berkeinginan sekolah di SMA Negeri Satu Medang Deras "aku tak mau sekolah ditempat lain, kalau tidak diterima disini, biarlah aku tidak sekolah" jawabnya kesal.
Dalam hal ini diminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan kesempatan bagi Masyarakat miskin yang tidak mempunyai kartu KIP maupun PKH untuk mendaftar dari jalur miskin, karena masih banyak Program Pemerintah yang belum dinikmati warga miskin.
Pantauan lintastotabuan.com dilapangan, orang tua laki laki Suwandi seorang pekerja mocok mocok (tidak tetap) dan ibunya bekerja sebagai pengambil upah menanam padi diladang milik orang lain. (Mami)
