ads

13 Juni 2018

Menegur Orang Jangan Ribut Malah Jadi Korban Penikaman

Menegur Orang Jangan Ribut Malah Jadi Korban Penikaman


LintasTotabuan.com, Minsel - Desa ongkaw dua kecamatan sinonsayang di kagetkan dengan kejadian penikaman di bagian leher korban yang di duga di lakukan oleh salah seorang masyarakat Tondey kecamatan motoling barat.

Diketahui, kronologis kejadian kira-kira pukul 02.30 dini hari tadi bertempat di seputaran kios jalan trans sulawesi jaga 9 desa ongkaw dua, teman pelaku dan 5 orang lainnya dari dalam ujung kampung jaga 9 sempat menganggu ketenangan masyarakat yang sudah terlelap tidur sampai di kios depan kepala jaga.


Sementara itu, Lucky Tumangken kemudian mengingatkan kepada pelaku Cs agar jangan membuat keributan apalagi ini sudah hampir subuh dan di kampung orang sebaiknya pulang ke kampung kalian ketika sedang perbincangan itu pada saat yang bersamaan kurang lebih jarak sepuluh meter sudah terjadi keributan antara pelaku dan korban.

"Spontan saya mengejar dengan maksud untuk mengamankan tapi ketika itu saya melihat pelaku mengejar korban yang adalah adik saya sendiri dengan sebilah pisau dan ketika korban terjatuh saya langsung berteriak untuk berhenti karena korban adalah adik saya akhirnya pelaku dan Cs langsung melarikan diri dan saya sempat memarahi adik saya Marshal Tumangken (korban) dan dia mengatakan kita so kenal tikam dengan meminjam mobil kakak lalu melarikan korban ke RS Kalooran Amurang," ungkap Lucky Tumanken.

Kapolres Minahasa Selatan Kompol FX Winardi SIK, melalui Kapolsek sinonsayang iptu Steanly Sarempah SH, membenarkan kejadian itu dan pelaku sudah kami amankan dan situasi di lapangan sudah aman dan kondusif berkat reaksi cepat dan tepat yang di lakukan oleh saya dan anggota di bantu teman-teman dari polres minsel.

"Pelaku sementara ini kami sudah kami amankan dan tentu akan di proses secara hukum, kakak korban Evan Tumangken yang adalah hukum tua desa ongkaw tiga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang begitu cepat merespon bahkan menangkap pelaku," jelas Steanly Sarempah. 

(Noldy Poluakan)