Nasional - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
memberikan pengarahan kepada 280 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di
lingkungan Kementerian Perindustrian yang telah dinyatakan lulus seleksi pada
tahun 2017. Para CPNS ini mulai bekerja di Kemenperin pada 1 Januari 2018.
Dalam arahannya, Menperin meminta mereka yang mayoritas adalah generasi muda
agar mampu menguasai teknologi digital sebaik mungkin dalam menghadapi era
revolusi industri generasi keempat.
“Pemerintah tengah melakukan
transformasi industri menuju ke arah digital atau yang biasa disebut industri
4.0. Adapun untuk menuju industri 4.0 perlu penguasaan teknologi yang baik,”
kata Airlangga pada acara Inspiring Lecture dengan tema “Birokrasi Berkelas Dunia Menghadapi
Tantangan Industri 4.0” di Kemenperin, Jakarta, Senin (14/5).
Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN)
tersebut berperan penting mendorong peningkatan daya saing industri nasional
supaya semakin kompetitif di kancah global. “Mereka yang akan membawa kita di
periode tahun 2020-2030. Semoga bisa membawa Indonesia keluar dari middle
income trap tahun 2030 dan mampu menuju menjadi negara ekonomi terkuat
nomor 4 di dunia,” tutur Menperin.
Bahkan, lanjut Airlangga, para CPNS ini
juga diharapkan bisa dilibatkan dalam membuat suatu regulasi di bidang digital.
“Apalagi, semakin hari, digital terus berkembang pesat, sehingga kita perlu
fokus untuk pengembangan industri berbasis teknologi,” ujarnya.
Salah satu contohnya, para ASN bisa
menciptakan regulasi yang mengatur tentang teknologiblockchain atau
sebuah mekanisme algoritma yang salah satu kegunaannya adalah untuk mekanisme
pembayaran atau disebut cryptocurrency. “Karena hal ini penting
untuk bisa mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya dana itu
terinvestasikan ke cryptocurrencydengan risiko yang tidak baik,
seperti ponzy scheme,” ungkap Airlangga.
Dicontohkan pula oleh Menperin mengenai
aturan industri e-commerce yang semakin hari juga
perkembangannya sangat pesat. Regulasi ini diharapkan dapat memacu pengembangan
industrie-commerce di dalam negeri serta dapat memberikan pelayanan
yang lebih baik dengan adanya aturan tersebut. “Yang perlu difokuskan di
antaranya adalah soal pengiriman, karena harus dipastikan sampai dan sesuai,”
imbuhnya.
Kemudian, Kemenperin pun tengah
mendorong pembangunan infrastruktur digital seperti peningkatan jaringan
internet menjadi 5G untuk kawasan industri. “Industri 4.0 membutuhkan kecepatan
data hingga 5G. Ini sebagai salah satu upaya mendukung implementasi industri
4.0,” jelas Menperin.
Airlangga juga menyebut, perlu sebuah
pelatihan organisasi untuk memperkuat kualitas dan integritas para ASN di
lingkungan Kemenperin, sehingga mereka nanti bisa lebih dekat dengan pelaku
industri tetapi tetap berada di dalam koridor. “Termasuk memperkuat di bidang
vokasi,” tegasnya.
Terlebih lagi, Kemenperin menjadi leading
sector dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi.
“Kami telah menyelaraskan kurikulum sebanyak 34 kompetensi keahlian, menambah
fasilitas, dan membantu peralatan,” ujarnya
Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, terdapat 280 CPNS yang berhasil lulus, di antaranya meliputi 132 orang CPNS laki-laki dan 148 orang CPNS perempuan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fokus pemerintah saat ini berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), termasuk dalam pengembangan kompetensi ASN.
Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, terdapat 280 CPNS yang berhasil lulus, di antaranya meliputi 132 orang CPNS laki-laki dan 148 orang CPNS perempuan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fokus pemerintah saat ini berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), termasuk dalam pengembangan kompetensi ASN.
“Untuk itu, CPNS Kemenperin diharapkan
menjadi aparatur yang dapat berpikir logis, profesional dan berintegritas, CPNS
yang memahami arah kebijakan pengembangan industri nasional, serta CPNS yang
siap menjalani tantangan Revolusi Industri 4.0 sesuai dengan konsepsi Road Map
Making Indonesia 4.0,” paparnya.
Melawan aksi terorisme
Pada kesempatan tersebut, Airlangga
mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan aksi terorisme.
Namun, masyarakat khususnya pelaku industri, tidak perlu panik dan takut karena
akan berdampak pada iklim investasi di Indonesia.
“Para pelaku industri di Indonesia harus
berpegangan tangan untuk bersama-sama melawan aksi terorisme yang terjadi.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan terus melakukan aktivitas
ekonomi dan juga ekspansi,” tuturnya.
Menurut Airlangga, para pelaku teror
sengaja melakukan aksi tersebut untuk menciptakan suasana tidak kondusif,
sehingga bisa memengaruhi perekonomian Indonesia. “Pelaku bom itu tak
menghayati nilai-nilai luhur agama Islam. Itu tindakan yang sangat memalukan
karena agama Islam ini kan rahmatan lil alamin. Peristiwa ini juga telah
mendegradasi ajaran agama maupun rasa kemanusiaan,” ungkapnya.
Menperin mendorong sektor industri tetap
beroperasi seperti biasa, meski telah terjadi aksi terorisme yang menelan
korban jiwa. “Kami terus meyakinkan kepercayaan investor dan kalangan industri
akan tetap ada dan pemulihan keamanan masih menjadi prioritas pemerintah,”
tegasnya.
Usai rangkaian teror di Jawa Timur,
Airlangga memastikan komitmen investor terutama sektor industri akan tetap
berjalan seperti biasa. “Kami menyesalkan dan mengecam kejadian ledakan bom di
beberapa lokasi di Surabaya, mengingat daerah ini merupakan kota industri dan
bisnis,” ujarnya.
Menperin pun memastikan, ledakan bom yang terjadi tidak akan memengaruhi
komitmen investasi sektor industri di Indonesia. Sekalipun saat ini ekonomi
Indonesia tengah diterpa persoalan nilai tukar dan stabilitas keamanan, namun
pemerintah yakin komitmen investor tetap akan berjalan normal. “Jadi kita tak
boleh mentoleransi kegiatan teror yang sifatnya mendisrupsi perekonomian kita.
Jadi ini kita harus lawan,” imbuhnya.
Airlangga optimistis kegiatan
perekonomian harus terus berjalan untuk melawan terorisme yang sama sekali
tidak dapat ditoleransi. Hal ini diharapkan akan menjaga stabilitas jangka
panjang dan kepercayaan investor pada keamanan dalam negeri menjadi fokus yang
terus diupayakan pemerintah. (Redaksi)
