LintasTotabuan.com, Batu Bara - Team Harry Nugroho - M Syafi'i (NUSA) dengan Paslon nomor urut I (satu) Sosialisasi kepada Masyarakat Dusun V (lima) Desa Pematang Panjang Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara, Jumat 25/05/ 2018 dihadiri 900 orang yang kebanyakan dari etnis batak bermata pencaharian petani.
Pada pertemuan itu banyak membahas masalah penyaluran pupuk bersubsidi yang tidak sampai kepada petani dan jika nantinya NUSA menang dalam pertarungan pilkada tanggal 27 juni 2018 mendatang, pasangan NUSA berjanji akan kawal pupuk bersubsidi tersebut sampai ditangan para petani dan tidak lagi melalui makelar pupuk.
Selain itu Masyarakat setempat keluhkan masalah jalan karena sudah hampir dua periode Pemerintahan Kabupaten Batu Bara Desa tempat tinggal mereka tidak pernah tersentuh pembangunan dan dalam hal ini Pak Harry berjanji setelah masuk kembali bertugas sebagai bupati Batu Bara mendatang akan membenahi infrastruktur yang dikeluhkan warga " setelah cuti kampanye, saya akan benahi permasalahan-permasalahan yang saya tinggalkan semasa cuti, dan saya akan bersihkan para SKPD-SKPD nakal yang memakan uang Rakyat dan juga akan meningkatkatkan pelayanan yang optimal kepada Masyarakat dengan cepat dan tuntas alias selesai, jangan seperti sekarang urusan KTP saja sulit luar biasa, ada dua bulan dan ada dua tahun tidak selesai pembuatan KTP dan biaya pembuatan KTP gratis tidak dipungut biaya sepeserpun karena bapak Presiden Jokowi menyatakan cukup 1 jam sudah selesai dan ini tugas saya" kata Harry Nugroho
Selain itu, M Syafii yang lebih dikenal dengan slogan "BOLO KAMPONG" mengatakan untuk meningkatkan SDM akan membuat pelatihan khusus bagi anak-anak Batu Bara yang tidak melanjutkan keperguruan tinggi dan pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Batu Bara sebagai contoh PT Inalum, sebab pak Harry tiga puluh tahun lebih pernah bertugas di PT Inalum.
"bila NUSA terpilih dalam pilkada 27 juni 2018 kami akan mendirikan Perguruan Tinggi dengan prodinya disesuaikan dengan kebutuhan dan investor sudah membuka atau menanamkan modalnya seperti perusahaan dari Belanda di-daerah Sei Balai yang membutuhkan tenaga kerja 700 orang dan kami akan mengutamakan putra putri asli Batu Bara yang sesuai dengan kemampuan masing masing dan ini harus kita rebut, namun semua ini akan terwujud jika Masyarakat mempercayakan Batu Bara kepada kami (NUSA-red) dan kita harus menang" pungkas Tokoh Pendidikan SUMUT DR H Mhd. Syafi’i, SH, MH. M.Si penuh semangat. (Bangrait)


