ads

23 April 2018

FAM DL Dan FPPKIN Bakal Demo PT PMT

FAM DL Dan FPPKIN Bakal Demo PT PMT

BATU BARA, LintasTotabuan.com - Forum angkatan muda desa lalang (FAM-DL) bersama Forum pemuda pemudi kuala indah (FPPKIN) hari jumat (27/04) akan melakukan unjuk rasa terhadap pihak PT PMT ( prima multi terminal) yang dianggap telah melanggar nota kesepahaman perekrutan tenaga kerja lokal

Unjuk rasa ke PT PMT akan digelar mulai jam 08.00 sampai dengan selesai, dengan rute dari pintu masuk PT Pelindo kuala tanjung kecamatan sei suka kabupaten Batubara propinsi sumatera utara dengan massa sebanyak 200 orang, dan alat yang digunakan pengeras suara, spanduk, umbul umbul, sound systim dan mobil pickup.


Adapun tuntutan yang akan disampaikan berdasarkan surat yang diterima wartawan adalah terkait dugaan PT PMT yang mereka nilai telah melakukan kecurangan dalam perekrutan tenaga kerja baru dan  telah melanggar nota kesepahaman berdasarkan pernyataan pihak PT PMT akan melakukan penerimaan tenaga kerja baru sebanyak 30% dari kuota yang disediakan untuk 3 desa yakni, desa kuala tanjung, desa kuala indah dan desa lalang.

Kemudian diduga PT PMT dicurigai ada indikasi kecurangan di dalam sistem perekrutan dengan mengatasnamakan gelombang kedua sedangkan di tahaf pertama masih berlangsung

Ketua FAM DL Mhd Yunara ketika di komfirmasi wartawan lintastotabuan.com membenarkan dan mengatakan perekrutan tenaga kerja baru tahap kedua tanpa ada pemberitahuan dan terkesan tertutup. "perekrutan tenaga kerja PT PMT tahaf kedua tidak disosialisasikan kepada masyarakat dan diduga memakai kuota tahap pertama yg mana tahap pertama masih menjalani ujian, di duga cacat administrasi. Tegasnya 

Yunara juga menyampaikan agar PT PMT mengutamakan pekerja lokal supaya anak lokal dapat bekerja menuju kearah yg lebih baik lagi dan bermatabat. "dipandang sistim perekrutan tenaga kerja baru PT . PMT di pandang penuh keculasan dan tertutup, mohon doa dan dukungan warga , Desa lalang, kuala tanjung, dan kuala indah untuk megadakan orasi demi merebut hak warga tempatan, jangan kita jadi penonton dikampung sendiri dan jangan sampai kita hanya penghirup asap mobil mewah mereka". katanya

(Bangrait)