ads

17 November 2017

Perahu Politik Seakan Kehilangan Nahkoda, Sementara Penumpang Tenang Saja

Perahu Politik Seakan Kehilangan Nahkoda, Sementara Penumpang Tenang Saja
Sandri Rumanama, Pengamat Politik
Jakarta, LintasTotabuan.com - Pengamat sosial politik Sandri Rumanama hari ini mengeluarkan statement menyikapi kegaduhan akibat perang antara KPK Vs SETYA NOVANTO.

"Ya kalau saya itu merasa aneh saja soal intriknya Setya Novanto sang kapten yang menahkodai lembaga politik dan institute politik yakni DPR-RI & Partai Golkar" ungkapnya.

Keanehan yag pertama adalah soal ketidaksiapannya mental setnov sebagai bagian dari pejabat negara yang melakukan intrik sakit sampai nabrak tiang listrik itu aneh. Menurut Sandri

Karena alasan dan taktik sedemikian bukanlah taktik yag menunjukan karakteristik seorang pejabat politik, namun taktik ini cuman berlaku untuk Para pemaing ayam saja. Karena seorang pejabat negara harus ksatria dan berai mngabil sikap buka ngeles itukan lucu. Ungkanya

Keanehan kedua adalah soal lembaga politik dalam hal ini DPR-RI, gak ada nahkado tenang tenang saja, lalu ha ini terus di biarkan vakum bagai mana dengan nasib rakyat, karena fungsi DPR-RI yang begitu besar degan perannya yang strategis tanpa pimpinan gimana mau jalan. Jelasnya

Yang berikutnya adalah partai Golongan Karya (GOLKAR), karena mengingat Setya Novanto sendiri adalah ketua DPP GOLKAR peran oraganisatorisnya dalam membawa institusi politik ini kedepan sangat penting, olehnya itu saya heran kok penumpang penumpangnya kok malah diam sih aneh saja menurut saya. Jelasnya

Saya berharap agar secepatnya ada pengganti setnov untuj menutup kekosongan di Dewan Perwakilan Rakyat itu yang terpenting, kalau sal partai GOOKAR itu urusan rumah tangga mereka sendiri. (Red)