Opini, LintasTotabuan.com - Menuju Panggung Politik pada 2018 & 2019 penulis dan pengamat politik sandri Rumanama menyebut jokowi belum siap jadi pimimpin.
Hal ini di tegaskan Sandri pada wal faebooknya, beginilah ulusan dari tulisan tersebut.
Saya mengamati bahwa banyak sekali pergesaran nilai niai politik yang jauh dari azas filosofi sebagai acuan dasar konstitusi kita sendiri, saya bingung dalam merumusi sistem politik yang kita anut karena di bilang liberal ya bukan, klonial ya bukan, komunis juga bukan, pancasila juga bukan. tulisnya di wal facebook milik Sandri
Sandri menambahkan
Yang lebih fatal adalah figure politikus kita, tidak memiliki kesiapan dalam berpolitik kok ikut ikutan menjadi politisi, sehingga menyikapi polemik dan dinamika politik dengan cara agresiv karena punya ketakutan tersendiri dalam melihat kondisi dari dinamika politk itu sendiri.
Kedepan masyarakat harus di didik agar memiliki kepekaan politik sehingga dapat memahami emberiologi figure politkus kita, dengan besar harapan tidaklah salah dalam menentukan pilihan politiknya mereka. jelasnya pad tulisan tersebut
Sandri berpesan agar masyarakat dapat memilih dengan benar sehingga dinimika politik akan memiliki nilai estetis. papar Sandri
Ya saya berpesan "Pilihlah Para Politikus Yang Memiliki Kesiapan Menjadi Seorang Pemimpin Bukan Memilih Seorang Figure Politisi Hanya Memiliki Kesempatan Untuk Memimpin"
Kondisi saat ini adalah bentuk dari potret buram politik kita, buja semat mat perang ideologi, bukan pula perang history, serta komponen kepentingan semata namun kondisi ini terjadi aibat dari kita salah dalam menentukan pilihan politik kita.
Saya rasa bahwasanya pakde jokowi (prasiden kita) hanya memiliki kesempatan untuk memimpin namun tidak memiliki kesiapan menjadi seorang pemimpin. hal inilah menjadi faktor dan indikator adanya cela sehingga kegaduhan dai dinamika sosial politik tidak mampu di elekan lagi.
Agama di giring pada rana praktis, budaya di bawa bawa pada arena politik, padahal dua hal ini adalah hal yang paling sensitif karena berhubungan dengan marwah diri dan identitas seseorang, sehingga muncul ketersinggungan primordial sebab dua unsur ini adalah unsur entitas dan pembentukan karakter dari jati diri seseorang.
Saya tidak menyalahkan siapa siapa pada persoalan adinamis yang terjadi saat ini, saya hanya menyasali potret politk mengapa harus memaksakan kehendak jika belum ada kesiapan.
"Setiap orang memiliki kemampuan dasar sebagai seorang pemimpin namun tak semua orang memiliki kesiapan menjadi seorang pemimpin".
Pengalaman hanyalah guru ilmulah yang harus jadi panutan, *pakdee jokowi* punya pengalaman menjadi seorang pemimpin namun belum punya ilmu yang menuntunnya menjadi seorang pemimpin.
*"Semua orang punya kemaun menjadi pemimpin namun tak semua orang harus memiliki kemantapan menjadi seorang pemimpin"*
Penulis: Sandri Rumanama, Pengamat Politik
