Batubara, LintasTotabuan.com -- Jangan warisi abu Sumpah Pemuda. Tapi wariskanlah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang. Satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir. Kalimat inilah, yang disampaikan Presiden RI pertama Bung Karno, saat memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 89 tahun yang lalu.
Sepenggal kalimat Bung Karno inilah yang dikutip Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari dalam naskah pidatonya yang dibacakan Deputi General Manager Pengembangan PT Inalum Ir Dante Sinaga, saat memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 di halaman kantor PT Inalum (Persero) Kabupaten Batubara, Jumat (27/10) kemarin.
"Pesan yang disampaikan Bung karno ini sangat mendalam. Khususnya bagi generasi muda Indonesia, dimana api Sumpah Pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani, melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,'' ucap Dante Sinaga.
Dalam pembacaan naskah pidato kemenpora tersebut, Dante Sinaga, juga mengajak pemuda Indonesia harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. "Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya. Jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan,''ucap Dante.
Pesan ini disampaikan Dante Sinaga pada seluruh karyawan, staf dan jajaran direksi dalam pelaksanaan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-89, di halaman Kantor PT Inalum (persero) Kabupaten Batubara. Setiap tahunnya PT Inalum memperingati hari bersejarah ini, untuk mengingatkan Pemuda Indonesia harus terus menerus tetap bersatu dan untuk tetap mengingat akan jasa-jasa pahlawan dimasa lalu, khususnya bagi pemuda Indonesia yang mempunyai peran besar bagi kemerdekaan Indonesia hingga sekarang.
Dalam pelaksanaan kegiatan memperingati Sumpah Pemuda, pemuda Indonesia harus tetap mengingat sejarah perjuangan seluruh elemen pemuda Indonesia. Yang telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme, berhasil menyatukan visi kebangsaan. Yang juga melahirkan sebuah komitmen kebangsaan, yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia. Berbangsa satu bangsa Indonesia. Serta menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Sebagaimana yang dikenal hingga saat ini sebagai Sumpah Pemuda 1928. Dengan mempersatukan Pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. (Red.006)
