![]() |
| Tampak Foto Pengurus Formasi Boltim |
GORONTALO, LINTASTOTABUAN.COM - Pengkaderan adalah langkah awal bagi organisasi mahasiswa daerah untuk merangkul serta membimbing mahasiswa daerah agar sesamanya memahami serta menjunjung tinggi akan nilai-nilai persaudaraan, kekeluargaan, serta kebersamaan, kemudian membentuk mahasiswa daerah yang mandiri, punya kesadaran intelektual, serta kesadaran tindakan dan mau serta mampu untuk merealisasikan ilmu yang dia dapatkan untuk daerah tercinta Bolaang Mongondow Timur khususnya dan Bolaang Mongondow pada umumnya.
Dalam kegiatan pengkaderan kali ini "Motobatu Molintag Kon Pogogutat" (bersatu membangun persaudaraan) merupakan tema yang dipilih oleh panitia pelaksana dengan dasar bahwa persatuan dan persaudaraan ditanah rantau gorontalo adalah salah satu kekuatan anak muda bolaang mongondow timur yang harus terus dijaga.
Agar nantinya dengan kekuatan ini kita mampu mewujudkan cita-cita luhur para pemimpin dibangsa ini. Orientasi Kader Boltim ke-VIII ini juga menggunakan format kurikulum pengkaderan baru yang memasukkan beberapa materi kebangsaan untuk menanamkan nilai-nilai kesatuan dan persatuan, mengingat maraknya isu-isu pemecah belah kedaulatan bangsa indonesia dengan menggunakan isu-isu SARA.
Karena yang ditakutkan jangan sampai mahasiwa baru terjerumus dengan paham-paham intoleran dan radikal. Lewat Orientasi Kader Boltim ini kita mulai memupuk nilai kebangsaan dan nilai persaudaraan kepada kader-kader FORMASI BOLTIM. pengkaderan kali ini ikuti oleh 24 peserta, 20 peserta berasal dari berbagai desa di Bolaang Mongondow Timur, sedangkan 4 peserta berasal dari luar daerah Bolaang Mongondow Timur yakni, dari desa Moyag, Muntoi, Maelang dan Langagon.
"saya bersyukur karena jumlah peserta yang mengikuti pengkaderan kali ini lebih banyak dari pada pengkaderan sebelumnya dan istimewanya diikuti oleh peserta dari luar daerah Bolaang Mongondow Timur.
Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi mahasiswa daerah yang mau bergabung dengan keluarga besar Forum Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Timur dan peduli terhadap Daerah tercinta (ketua Umum FORMASI BOLTIM Andi Hendrawan Sardi.
Sementara itu, Feiga Dulan Saya salah satu peserta yg ikut OKB dri luar daerah BOLTIM yakni dari Desa Moyag Kotamobagu. Menurutnya, adapun tujuan saya ikut pengkaderan adalah untuk berproses di organisasi daerah agar benar2 menjadi mahasiswa yang punya tanggung jawab sosial terutama tanggung jawab terhadap berbagai kesenjangan, ketimpangan dan berbagai masalah yang ada di tanah Bolaang Mongondow. maka torang adalah bagian dari solusi dari masalah itu.
"Dengan pengkaderan saya dapat menjadi peibadi mahasiswa yang dapat bertanggung jawab," ungkap Feiga salah satu peserta pengkaderan Formasi Boltim ini.
Adapaun diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di desa Langge kecamatan Tapa kabupaten Bone Bolango Gorontalo. Dengan waktu pelaksanaan kegiatan mulai dari tanggal 07-10 September 2017 dengan jumlah Anggota yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 400 orang mahasiswa.
Dihari yang sama, Dody Mamonto (Pengurus Paguyuban FORMASI BOLTIM)
dengan OKBOLTIM ini Putra-putri daerah yang minambah ilmu d tanah rantau Gorontalo, akan dibimbing melalui kelompok-kelompok kajian setiap minggu dan di godok untuk tetap berkarya, berprestasi, dan berproses dengan sungguh-sungguh agar nantinya bisa menjadi putra putri yang mandiri dan punya daya pikir yg kritis- konstruktif sehingga mampu mengemban ide-ide perubahan yang akan kami bawah hingga ke daerah tercinta Bolaang Mongondow Timur.
Lanjutnya, Namun sangat di sesali dan sayangkan putra-putri daerah yang berproses di tanah rantau Gorontalo tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah, padahal sudah cukup banyak prestasi yang ditoreh oleh putra-putri daerah yang berada di tanah rantau. Baik dari bidang olah raga, agama, maupun seni pemerintah nd tau it samua torang capai atas nama BOLTIM. Selain itu,dengan semakin bertambahnya Mahasiswa daerah di tanah rantau, torang semakin sulit untuk mo satukan mahasiswa BOLTIM di satu tampa yangg jelas. maka torang butuh tempat untuk torang menjalin kekeluargaan dan tempat kajian berbagai disiplin ilmu terutama kajian terkait berbagai masalah yang terjadi di daerah. Sedangkan tempat untuk menjadi wadah dalam hal ini sekretariatan FORMASI BOLTIM yang slalu pemerintah janjikan sampai sekarang belum pernah direalisasikan alias kagak pernah ada.
"Harapan saya kiranya Pemkab Boltim lebih memperhatikan mahasiswa asal boltim yang berada di tanah rantau demi menimbah ilmu," harapnya. (Dodi Mamonto)
