![]() |
| Pimpinan Partai Amanat Nasional |
Politik, LintasTotabuan.com - Partai Amanat Nasional menyebut sistem demokrasi di Indonesia telah dibajak oleh kekuatan modal. Demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi kebebasan individu terkait kesetaraan, kini tidak lagi terlihat.
"Di sini pula akar permasalahan mengapa kesenjangan melebar terjadi. Kekuasaan dihadirkan untuk melayani kekuatan di luar sistem demokrasi tersebut yakni kekuatan pemodal," kata Ketua Pengerah Rakernas PAN III Didik J. Rachbini saat memberikan pernyataan sikap di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 22 Agustus 2017.
Didik mengatakan, kekuataan finansial itulah akhirnya mulai mengancam sistem demokrasi di Indonesia. Kata dia, calon pemimpin kini ditentukan dengan uang sementara kepentingan rakyat diabaikan. "Alhasil demokrasi kita sekarang mahal," ujarnya.
Didik mengatakan, kepentingan politik dan ekonomi harus beriringan untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kesetaraan antar individu perlu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, antar sesama masyarakat tidak ada lagi merasa diperlakukan tidak adil.
"PAN mendesak agar demokrasi liberal seperti ini dievaluasi sehingga dapat memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi kader-kader bangsa terbaik tanpa terkendala modal dan uang," kata dia. (*)
