ads

04 Juni 2017

  • Follow us

Megawati: Terimakasih Sulut Masih Setia pada Pancasila

Megawati: Terimakasih Sulut Masih Setia pada Pancasila

SULUT, LINTASTOTABUAN.COM Ucapan terimakasih itu disampailan langsung Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri saat memberikan penyampaian sesaat sebelum melepaskan Parade Pancasila di Jembtan Soekarno Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (03/06/2017) sore yang turut di dampingi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Wakil Gubernur, Steven Kandouw, Menteri Pertahanan RI diwakili Dirjen Politik dan Pertahanan, Sumitro, Sekertari Provinsi Sulut, Edwin Silangen, Ketua TP PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK, Kartika Devi Kandouw Tanos, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw serta Ketua Panitia pelaksana, Rocky Wowor.
Megawati yang juga ketua umum PDIP ini, dalam penyampaiannya terus menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk tetap menjaga NKRI dari orang orang yang dengan sengaja mau mengacaukan bangsa ini dengan menggantikan dasar negara Pancasila.
“Pancasila adalah institusi negara yang harus di jaga. Indonesia tanpa pancasi bukan lah Indonesia. Para pendiri bangsa ini telah bersepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Seluruh eleman bangsa telah bersatu dan bersepakat bahwa Pancasila sebagai harga mati dasar negara Republik Indonesia”, terang Mantan Presiden RI ke 5 ini.
Tak bosan bosannya Megawati dengan suara lantang mengingatkan bahwa sebagai rakyat bangsa Indonesia yang memiliki kesamaan pada dasar negara Pancasila sudah sepatutnya untuk menjaga keutuhan Pancasila.
“Alhamdulillah sampai saat ini Pancasila sebagai landasan/dasar negara kita Indonesia masih terjaga. Kita memang pada beberapa waktu lalu tentu mendengar bersama informasi dari media bahwa, hampir saja negara Indonesia ini ada yang inginkan beberapa pihak untuk mengganti keberadaan Pancasila. Pada halnya ini, soal Pancasila dari jaman Presiden Ir Soekarno sudah selesai lama,” kata Megawati
Ditegaskannya kembali bahwa, Pancasila itu telah dan sah menjadi dasar negara serta merupakan bagian dari sejarah Indonesia dengan melalui perjuangan proses begitu sulit.
“Jangan hanya kita mendengar dan melihat tanpa mempelajari sejarah. Dimana ada satu lembaga yakni, BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang saat itu awalnya (jaman Ir Soekarno,red) dengan mengumpulkan pemimpin-pemimpin/para tokoh beberapa golongan untuk membahas/menentukan dasar negara,” kisahnya.
Disatu sisi, Mega pun menyayangkan dan mengakui dengan berbagai kejadian yang terjadi pada bangsa Indonesia sekarang ini. Dimana dalam kondisi kegiatan seperti ini (parade Pancasila,red) untuk harus menjaga dari pihak tertentu yang ingin membelokkan sejarah.
“Ini ada yang dilupakan. Semuanya silahkan baca sejarah, bahwa semua agama golongan menerima dan aklamasi Pancasila menjadi dasar negara. Karena, tanpa itu mungkin tidak ada nama Indonesia,” ungkap putri Presiden Soekarno itu.
Diketahui, Parade Pancasila yang digelar di Manado kali ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai elemen diantaranya masyarakat sipil, Organisasi Masyarakat (Ormas), LSM, Pemerintahan Daerah Kabupaten Kota, jajaran TNI/Polri, siswa-siswi SD, SMP, SMA hingga Praja IPDN. (Sahril)